• Sun. Jul 14th, 2024

    Penyebab dan Cara Mengatasi Insomnia Pada Remaja

    ByASD

    Apr 6, 2023
    ilustrasi remaja insomnia,

    INTRA62.com Insomnia atau susah tidur pada remaja merupakan hal yang wajar sebab dipengaruhi oleh perubahan hormon.

    Tetapi, ada faktor lain yang menyebabkan para remaja ini mengalami kesulitan tidur, seperti mengonsumsi kafein, stres, sampai adanya gangguan kesehatan tertentu.

    Lebih jelasnya, mari kita ketahui penyebab insomnia pada remaja sekaligus cara mengatasinya.

    Penyebab

    Saat mengalami masa pubertas, ritme sirkadian secara alami berubah sehingga membuat para remaja ingin tidur dua jam kemudian.

    Hormon melatonin, hormon alami tubuh yang membantu untuk tidur lebih lambat dari anak-anak dan orang dewasa. Para remaja cenderung memproduksinya, alhasil para remaja lebih sering tidur saat larut.

    Baca juga : Sulit Menurunkan Berat Badan? Simak, Mungkin Hal Ini Penyebabnya

    Berikut, ada juga beberapa penyebab insomnia pada remaja lainya yang umum dialami, contohnya :

    1. memiliki rutinitas, jadwal, sampai stres yang erat berkaitan dengan sekolah sehingga cenderung mengalami kesulitan saat ingin tidur di malam hari.
    2. Sering mengonsumsi minuman-minuman yang mengandung kafein , seperti kopi, teh, minuman bersoda, sampai minuman berenergi sehingga saat malam hari ridak mudah mengantuk.
    3. Obat tertentu, seperti obat penenang, stimulan, dan steroid yang dapat mengganggu pola tidur remaja.
    4. Kecanduan menggunakan perangkat elektronik, seperti handphone yang dapat membuat susah tidur.
    5. Pada saat tidur mengalami ganguan pernapasan atau yang disebut dengan obstuctive sleep apnea (OSA).
    6. Gangguan sistem saraf tiba-tiba tidur di siang hari atau narkolepsi.
    7. Mengalami sleepwalk gangguan tidur berjalan saat sedang stres atau demam.
    8. Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau gangguan asam lambung yang dapat mengakibatkan sulit tidur dikarenakan asam didalam perut naik ke tenggorokan saat berbaring.
    9. memiliki riwayat fibromyalgia, rasa nyeri pada otot dan tulang.
    10. Sindrom kaki gelisah (RLS) dan gangguan gerakan tungkal periodik (PLMD) yang mengakibatkan kaki gerak secara berulang saat tidur.
    11. Riwayat asma yang mengakibatkan sering bangun di malam hari.
    12. Depresi, menyebabkan gangguan tidur yang tambah parah.

    Pada umumnya remaja membutuhkan 8-10 jam waktu tidur setiap harinya. Karena apabila tidak terpenuhi, maka kesehatan fisik dan mental akan terganggu.

    Ilustrasi Remaja bangun tidur di pagi hari (intra62.com/pexels)
    Cara mengatasi

    Berikut, beberapa cara mengatasi masalah susah tidur (insomnia) pada remaja :

    1. Membuat jadwal tidur yang teratur sehingga dapat meningkatkan kualiatas tidur.
    2. Mengurangi waktu penggunaan peralatan elektronik, terlebih saat mendakati waktu tidur.
    3. Menjauhi kebiasaan-kebiasaan yang menggangu kualitas tidur, seperti kopi dan makan dengan porsi besar sebelum tidur.
    4. Lakukan kegiatan relaksasi saat ingin tidur, seperti membaca atau mandi dengan air hangat.
    5. Prioritaskan waktu tidur dengan cara menciptakan suasana yang nyaman, seperti mematikan lampu sebelum tidur.
    (red/intra62)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    slot777

    slot

    https://mtsnupakis.sch.id/wp-content/zeusslot/

    https://insankamilsidoarjo.sch.id/wp-content/slot-zeus/

    https://smpbhayangkari1sby.sch.id/wp-content/slot-zeus/

    https://mtsnupakis.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

    https://lookahindonesia.com/wp-content/bonus-new-member/

    https://sd-mujahidin.sch.id/wp-content/depo25-bonus25/

    https://ponpesalkhairattanjungselor.sch.id/wp-content/mahjong-slot/

    https://mtsnupakis.sch.id/wp-content/slot777/

    https://sdlabum.sch.id/wp-content/slot777/

    https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

    https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

    https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/