Jakarta, Intra62.com . Cuaca tidak menentu akibat batuk pilek. Di tengah cuaca yang sedang tidak menentu belakangan ini, Kementerian Kesehatan membagikan beberapa cara kepada masyarakat untuk menghindari batuk pilek.
Di Jakarta, Jumat, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan bahwa karena cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini. Penting bagi kita untuk memperhatikan kesehatan tubuh kita untuk meminimalkan risiko terkena penyakit penyerta yang dipengaruhi cuaca.
Aji mengatakan bahwa masyarakat harus memulai dengan mengonsumsi makanan yang bersih, sehat, dan kaya nutrisi. Makanan yang direkomendasikan diharapkan dapat menghangatkan tubuh, mudah dicerna, dan kaya nutrisi.
Beberapa di antaranya adalah sup hangat, seperti sup ayam, madu, minuman hangat, buah-buahan yang mengandung vitamin C, dan air putih hangat.
Aji mengatakan bahwa Anda harus memastikan bahwa Anda mengonsumsi jumlah cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Membuat lapisan lendir di tenggorokan lebih encer, dan membuat pernapasan lebih lancar.
Kemudian, untuk menjaga daya tahan tubuh, cobalah untuk mengimbangi konsumsi makanan bergizi dengan meminum vitamin dan berolahraga secara teratur dalam kaitannya dengan menjalankan pola hidup yang sehat.
Selain itu, cobalah untuk menghindari menyentuh wajah Anda dengan tangan yang kotor dan menghindari air kotor atau kubangan yang terbentuk karena hujan. Ini karena virus flu, infeksi jamur, dan kolera dapat menyebabkan hal ini.
Untuk mengurangi infeksi virus dan bakteri yang terbawa oleh telapak tangan yang kotor, orang disarankan untuk membersihkan rumah, saluran air, selokan, dan tempat lain yang berpotensi menjadi tempat nyamuk secara teratur. Selain itu, orang harus rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau handsanitizer.
Gunakan Masker
Menurutnya, jika Anda harus berada di luar rumah atau melakukan aktivitas di luar ruangan, gunakan masker yang pas di wajah. Dan dapat menyaring partikel polutan dalam udara, seperti masker KF 94 atau KN 95.
Berdasarkan pengawasan Kementerian Kesehatan, Aji juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penyakit penyerta lain yang disebabkan oleh cuaca. Yaitu seperti demam berdarah, flu, malaria, diare, dan leptospirosis, yang ditularkan melalui darah atau urine hewan. Seperti tikus, anjing, dan sapi yang terbawa oleh banjir atau genangan air.
Baca juga : Kemkes Bekerja Sama Dengan Industri untuk Meningkatkan Edukasi Kesehatan Melalui Nutri-level.
( Anisa-red )
