Jakarta, Intra62.com. Di Jaktim, ratusan siswa dan pendidik diduga terkena keracunan MBG. Setelah mengonsumsi makanan yang diberikan oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Pondok Kelapa, Jakarta Timur, setidaknya 135 siswa dan pendidik dilaporkan mengalami keracunan.
Saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, salah satu orang tua siswa SDN Pondok Kelapa 01 berinisial Z mengatakan, “Kami dapat informasi dari grup sekolah bahwa ada sekitar 135 siswa dan pengajar dari beberapa sekolah yang diduga keracunan setelah makan MBG dari sekolah.”
Peristiwa tersebut terjadi pada hari Kamis (2/4) sekitar pukul 11.00 WIB, saat siswa memberikan makanan mereka.
Z mengatakan bahwa anak-anak biasanya tidak langsung memakan menu MBG, yang biasanya terdiri dari nasi.
Namun, banyak siswa tertarik untuk makan spaghetti secara langsung di sekolah karena menu spaghetti pada hari kejadian.
Z mengatakan, “Biasanya anak-anak membawa nasi bungkus ke rumah dan jarang dimakan di sekolah. Tapi kemarin karena menunya spaghetti, banyak yang langsung makan di sana.”
Sebagian makanan dibawa pulang dan dimakan oleh anggota keluarga, katanya. Hal ini menyebabkan orang tua mengalami gejala serupa.
Orang yang tinggal di rumah makan, dan orang tuanya juga keracunan. Z mengatakan bahwa gejalanya biasanya demam, pusing, dan bahkan ada yang paling parah, sesak napas.
Z menyatakan bahwa anaknya, yang berada di kelas 2B, adalah salah satu yang terkena dampak. Anaknya masih mengalami gejala demam hingga saat ini, meskipun dia tidak mengkonsumsi makanan yang diberikan.
Pasien Meningkat
Anak saya hanya makan sedikit. Namun, dia tetap terinfeksi dan saat ini masih demam di rumah. Menurut Z, teman-temannya juga banyak yang muntah-berak (muntaber), diare, dan muntah. Ketika orang tua mencoba mendapatkan perawatan medis, keadaan semakin memprihatinkan.
Z mengatakan bahwa Puskesmas Duren Sawit, yang merupakan rujukan awal, tidak dapat menampung jumlah pasien yang meningkat.
Z menjelaskan, “Saya ingin dibawa ke puskesmas tadi, tapi sudah penuh. Banyak orang yang sudah datang dengan kondisi yang sama sebelumnya, dan akhirnya banyak orang yang pergi ke RSUD Duren Sawit.”
Selain itu, Z mengatakan bahwa informasi yang dia peroleh dari grup komunikasi orang tua murid menunjukkan bahwa situasi seperti itu tidak terjadi hanya di satu sekolah.
Baca juga : MBG Beroperasi Besok, dan BGN Akan Menghentikan Promosi mark up& Mitra Bahan Baku
