• Sun. Mar 8th, 2026

Tujuh Fakta Baru Tentang Perang Israel-Iran, Arab Kian Menyala ?

ByAF

Jun 20, 2025
Tujuh Fakta Baru Tentang Perang Israel-Iran, Arab Kian Menyala ? .  Pada hari Jumat, 20 Juni 2025, perang kembali terjadi antara Israel dan Iran.

Jakarta , Intra62.com .  Tujuh Fakta Baru Tentang Perang Israel-Iran, Arab Kian Menyala ? .  Pada hari Jumat, 20 Juni 2025, perang kembali terjadi antara Israel dan Iran. Perang antara dua negara telah berlangsung selama seminggu, setidaknya.
Hal ini meningkatkan keadaan tidak aman di Arab. Bagaimana perubahan terbarunya?

Rangkuman berikut dari CNBC Indonesia, dikutip dari berbagai sumber:

1. Pertemuan Eropa dengan Iran:

Para diplomat terkemuka Eropa akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi hari ini di Jenewa. Di tengah konflik dengan Israel, tujuan pertemuan ini adalah untuk membahas program nuklir Iran.

Mohammad Reza Ranjbaran, penasihatnya, mengatakan kepada X, “Saya telah menerima beberapa panggilan telepon yang meyakinkan saya bahwa rezim Zionis tidak akan menargetkan Araghchi dalam perjalanannya ke Jenewa.”

Para menteri luar negeri Prancis, Jerman, Inggris, dan UE sebelumnya mendesak de-eskalasi. Dua minggu mendatang adalah “jendela untuk mencapai solusi diplomatik”, kata David Lammy, Menteri Luar Negeri Inggris.

2. Sidang Umum PBB

Atas permintaan Iran, dengan dukungan dari Rusia, China, dan Pakistan, Dewan Keamanan PBB dijadwalkan bersidang untuk sesi kedua mengenai konflik Israel dan Iran pada hari Jumat.

Baik Israel maupun AS belum membuat pernyataan terkait masalah ini, menurut seorang diplomat kepada AFP.

3. Umumkan Serangan

Militer Israel mengumumkan serangan semalaman terhadap puluhan tujuan di Teheran pada hari Jumat. Dalam laporan yang lebih rinci, mereka menyatakan bahwa mereka menargetkan fasilitas yang akan bertanggung jawab atas penelitian dan pengembangan senjata nuklir Iran.

Sementara itu, Kamis malam, pasukan IRGC melakukan serangan. Ia menyatakan bahwa pada hari Kamis, lebih dari 100 pesawat nirawak (drone) “tempur dan bunuh diri” dikirim ke Israel.

4. Apakah Trump Akan Melanjutkan Perang?

Pada hari Kamis, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa dalam dua minggu mendatang ia akan memutuskan apakah akan mengikuti serangan Israel terhadap Iran atau tidak. Namun, dia menyatakan bahwa masih ada kemungkinan “yang besar” untuk negosiasi untuk menyelesaikan konflik.

Trum Setuju Perang ?

Menurut Wall Street Journal (WSJ), Trump memberi tahu para pembantunya bahwa ia setuju dengan rencana serangan. Namun, masih belum jelas apakah Iran akan menghentikan upaya nuklirnya.

Sementara kelompok pro-Iran di Irak mengancam akan melakukan serangan balasan, Rusia, sekutu Iran, mengatakan bahwa setiap tindakan militer AS akan menjadi langkah yang sangat berbahaya.

Sebaliknya, berdasarkan gambar satelit, puluhan pesawat militer AS tidak lagi terlihat di pangkalan AS di Qatar pada hari Kamis. Tindakan ini disebut sebagai upaya untuk melindungi personel AS dari potensi serangan Iran.

5. Kepala Intelijen Iran: Kantor berita resmi IRNA melaporkan bahwa Iran menunjuk kepala intelijen baru untuk IRGC pada hari Kamis setelah pendahulunya tewas dalam serangan Israel minggu lalu.

Laman web tersebut menulis, “Mayor Jenderal Mohammad Pakpour, komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran, menunjuk Brigadir Jenderal Majid Khadami sebagai kepala divisi intelijennya.”

Khadami mengambil alih posisi Mohammed Kazemi, yang tewas pada hari Minggu bersama dengan dua perwira Garda Revolusi lainnya, Hassan Mohaghegh dan Mohsen Bagheri. Keduanya tewas dalam serangan yang dilakukan oleh Israel.

6. Angka Korban

Warga sipil masih menjadi korban perang antara Israel dan Iran. Kamis, jenazah seorang wanita ditemukan di Israel setelah gedung yang dihantam rudal Iran empat hari sebelumnya. Ini menambah jumlah korban total menjadi 25.

Pada Minggu, Iran menyatakan bahwa serangan Israel telah membunuh sedikitnya 224 orang, termasuk warga sipil, komandan militer, dan ilmuwan nuklir. Sejak saat itu, otoritas belum mengumumkan jumlah korban terbaru.

7. Penangkapan dan Pemadaman Listrik

Polisi Iran mengumumkan penangkapan 24 orang yang didakwa memata-matai Israel pada hari Kamis. Pihak berwenang di Israel dan Iran telah mengumumkan penangkapan atas tuduhan spionase dan tuduhan lainnya sejak perang dimulai pada hari Jumat.

Menurut LSM Iran Human Rights, yang berbasis di Norwegia, sedikitnya 223 orang telah ditangkap di seluruh negeri atas tuduhan kolaborasi dengan Israel. LSM itu juga memperingatkan bahwa jumlah sebenarnya mungkin lebih besar.

Pengawas internet NetBlocks mengatakan, “Iran memberlakukan pemadaman internet secara nasional pada hari Kamis, pemadaman listrik paling luas sejak protes antipemerintah yang meluas pada tahun 2019.”

Di X, NetBlocks mengatakan, “Pemadaman tersebut berdampak pada kemampuan publik untuk tetap terhubung saat komunikasi sangat penting.”

Baca juga : Netanyahu: Targetkan Kematian Khamenei Akan Akhiri Perang Israel-Iran

(Anisa-red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/