Jakarta, Intra62.com –
Karena curah hujan yang rendah akibat fenomena alam El Niño Godzilla yang terjadi di Kepulauan Babel, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memperkirakan musim kemarau di Kepulauan Babel akan lebih panjang dan kering.
Di Pangkalpinang, Rabu, Kepala BMKG Kepulauan Babel Eko Sulistyo Nugroho menyatakan bahwa musim kemarau tahun ini lebih kering, sehingga berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan.
Ia mengatakan bahwa berdasarkan pemetaan secara spasial dari prediksi curah hujan bulanan periode Juni hingga November 2026, beberapa wilayah diprakirakan memiliki potensi kondisi kering yang lebih signifikan dibandingkan daerah lainnya terutama pada puncak musim kemarau pada September 2026.
Beberapa daerah di Kabupaten Bangka Barat, terutama di Kecamatan Muntok, Simpang Teritip, dan Tempilang, berpotensi kering pada puncak musim kemarau pada September 2026.
Meskipun demikian, selama puncak kemarau, kondisi kering di Kabupaten Bangka relatif rata, terutama di Kecamatan Mendo Barat dan Merawang. Ini disebabkan oleh kemungkinan curah hujan yang lebih rendah dibandingkan dengan daerah lainnya.
Dia menyatakan bahwa kemungkinan kekeringan di Kota Pangkalpinang diperkirakan relatif sama di setiap kecamatan. Di Kabupaten Bangka Tengah, sebagian besar wilayah mengalami kondisi kering yang sama, dengan beberapa kecamatan Koba dan Lubuk Besar mengalami curah hujan yang sedikit lebih tinggi.
Di Kabupaten Bangka Selatan, ini terlihat di Kecamatan Toboali, Tukak Sadai, Lepar Pongok, dan sebagian kecil Kecamatan Air Gegas dan Pulau Besar.
Sementara itu, ada kemungkinan kekeringan di Belitung Barat dan Belitung Timur.
Dia menyatakan bahwa wilayah yang paling rentan terhadap kekeringan berada di wilayah Bangka Barat bagian barat, Bangka Selatan, Belitung bagian barat, dan Belitung Timur bagian timur, karena wilayah-wilayah ini diperkirakan menerima curah hujan yang lebih rendah dibandingkan wilayah sekitarnya selama puncak musim kemarau tahun ini.
Baca Juga : Potensi hujan di Sumsel semakin Menurun, Menurut BMKG.
Baca Juga : BMKG: Pada Jumat Siang, Gempa Dangkal Mengguncang Jailolo, Maluku Utara.
(Red).
