Jakarta, Intra62.com- Pada Selasa (30/12), SPA melaporkan bahwa koalisi pimpinan Arab Saudi menyerang STC Yaman dengan serangan udara terhadap Pelabuhan Al Mukalla di Yaman timur.
Pelabuhan ini menyasar pasokan militer dari Uni Emirat Arab (UEA) kepada kelompok separatis Dewan Transisi Selatan (STC) oleh kantor berita Saudi itu mengutip pernyataan koalisi dan menyatakan bahwa serangan itu menargetkan senjata dan peralatan militer yang dibongkar dari dua kapal yang datang dari Uni Emirat Arab.
Seorang sumber pemerintah Yaman sebelumnya mengatakan bahwa Ketua Dewan Kepemimpinan Presidensial Yaman (PLC) Rashad Al-Alimi mengunjungi Arab Saudi untuk membicarakan eskalasi militer di wilayah timur negara STC Yaman .
STC menduduki banyak lembaga pemerintah dan bandara di Provinsi Hadhramaut, menyebabkan konflik dengan suku-suku lokal tentang penguasaan ladang minyak. Setelah itu, eskalasi terjadi.
Awal Desember lalu, ladang minyak Al Masilah milik PetroMasila juga diambil alih oleh pasukan yang berafiliasi dengan kelompok separatis selatan. Ini terjadi setelah pertempuran dengan pasukan Aliansi Suku Hadhramaut, yang telah bertahan selama lebih dari satu tahun.
Otoritas lokal menyatakan bahwa terdapat 12 orang tewas dan terluka dalam pertempuran itu.
Akibatnya, PetroMasila, yang saat ini memproduksi antara 85.000 dan 90.000 barel minyak per hari, harus menghentikan operasinya.
Perusahaan minyak nasional Yaman adalah PetroMasila.
Baca Juga : Maling Yang Tewas Tenggelam Ke Dalam Kali Sunter Jakut.
Baca Juga : Anggota DPR Meminta Perusahaan Yang Menyebabkan Banjir Dihukum.
(Red).
