• Fri. Jun 5th, 2026

Rencana untuk mengambil alih PNM telah dilaporkan kepada Presiden oleh Menkeu.

ByBunga Lestari

Mar 13, 2026

Jakarta, Intra62.com –

Presiden Prabowo Subianto telah diberitahu oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tentang rencananya untuk mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (Persero), juga dikenal sebagai PNM.

“Saya sudah lapor juga ke Pak Presiden, tapi belum diputuskan, ya. Dia (Presiden) bilang ya hitung saja, kalau bagus kenapa tidak,” kata Purbaya kepada wartawan Jumat di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta.

Menkeu terus bekerja sama dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk menghitung manfaat keuangan dari transfer PNM ke Kementerian Keuangan. Sampai saat ini, perhitungan masih berlangsung.

Meskipun demikian, Purbaya juga memungkinkan pembatalan wacana tersebut karena usulan itu masih merupakan pilihan.

Dia menyatakan bahwa pemerintah bersama Danantara Indonesia akan membuat keputusan terbaik untuk negara.

Dia menyatakan bahwa dia dan Pak Rosan (CEO Danantara Indonesia) telah berkonsultasi secara terus menerus tentang metode terbaik yang akan digunakan oleh negara untuk penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan kredit UMKM (usaha mikro kecil dan menengah).

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (4/2), Purbaya sebelumnya menyampaikan usulan tersebut.

Purbaya bermaksud agar anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI), PNM, beralih ke Kementerian Keuangan.

Mengoptimalkan subsidi bunga dan efektivitas penyaluran KUR bagi UMKM adalah dua aspek yang dibahas dalam usulannya.

Purbaya menyatakan bahwa untuk membayar subsidi bunga KUR, Kemenkeu mengalokasikan anggaran hingga Rp40 triliun setiap tahunnya. Jika PNM berada di bawah naungannya secara langsung, dia percaya dana tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas modal kerja.

Dia juga percaya bahwa PNM adalah pilihan terbaik.

karena PNM dianggap memiliki sumber daya manusia (SDM) yang cukup untuk mendampingi nasabah mikro.

Akibatnya, dia berpendapat bahwa pilihan ini lebih menguntungkan daripada membangun kendaraan tugas khusus (SMV) baru di bawah Kemenkeu.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/