Jakarta, Intra62.com – Rocky Gerung dilaporkan ke polisi, dirinya diduga mengina Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pelapornya sendiri merupakan relawan pendukung Jokowi. Ini isi pernyataan Rocky yang dinilai menghina Presiden.
Pelapor diketahui merupakan Ketua Barikade 98, Benny Rhamdani. Ia melaporkan Rocky ke Badan Reserse Kriminal, Markas Besar Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (31/7/2023).
“Ini adalah pernyataan yang dapat dikategorikan sebagai penghinaan terhadap presiden,” kata Benny Rhamdani.
Ini isi pernyataan Rocky Gerung yang dinilai menghina Presiden Jokowi, Kalimat kami sensor.
Begitu Jokowi kehilangan kekuasaannya, dia jadi rakyat biasa, nggak ada yang peduli nanti. Tetapi, ambisi Jokowi adalah mempertahankan legasinya. Dia mesti pergi ke China buat nawarin IKN. Dia mesti mondar-mandir dari satu koalisi ke koalisi yang lain untuk mencari kejelasan nasibnya. Dia memikirkan nasibnya sendiri. Dia nggak mikirin nasib kita.
Itu b******* yang t****. Kalau dia b******* pintar, dia mau terima berdebat dengan Jumhur Hidayat. Tapi b******* t**** itu sekaligus b******* yang pengecut. Ajaib, b******* tapi pengecut.
Benny Rhamdani memberikan video berdurasi 54 detik yang menunjukan Rocky Gerung berbicara seperti kalimat diatas pada saat acara persiapan aksi akbar 10 Agustus 2023. Terdapat logo Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).
Baca juga:
- Soal KPK minta maaf , Novel : Tidak ada sinergi Profesionalisme
- Unjuk Rasa Pensiunan eks Karyawan BBD merengek ke MenkoPolhukam dan Mahkamah Agung tuntut keadilan
Dua kata umpatan itu sempat trending di twitter pada Senin (31/7/2023) pukul 22.20 WIB dengan 8,634 cuitan. Mengarah ke potongan video Rocky Gerung, dicuitklan kembali oleh akun dari salah satu pendukung Jokowi Muannas Alaidid, sembari mencolek akun Divisi Humas Polri.
Sementara itu, Partai PDIP yang merupakan partai dari Presiden Jokowi tidak terima pula dengan ucapan yang dikeluarkan oleh Rocky, dan Mendesak Rocky untuk meminta maaf.
“Apa yang dilakukan saudara Rocky Gerung telah masuk dalam kategori penghinaan terhadap Presiden, dan tidak bisa dikatakan sebagai kritik. Bahkan telah masuk kategori ujaran kebencian. PDIP mendesak Rocky untuk segera meminta maaf. Jangan memanfaatkan kebaikan Presiden Jokowi yang telah membangun kultur demokrasi yang memberikan respek kebebasan berpendapat serta berorganisasi. Tepapi malah dipakau untuk mencela Presiden dengan cara yang tidak keberadaban,” tegas Hasto Kristiyanto selaku Sekjen PDIP. (red)
