Jakarta, Intra62.com – Pembangunan hunian IKN Presiden menerima laporan dari Menteri Perumahan bahwa dua puluh menara hunian di IKN siap huni dan dijelaskan bahwa pembangunan terus berjalan sesuai dengan rencana.
Pada Januari 2025, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti menyatakan bahwa 47 rumah susun ASN di IKN akan selesai pada tahun 2025.
Tahap II pembangunan IKN mencakup pembangunan rumah serta infrastruktur dasar dan pendukungnya. Tujuannya adalah selesai pada tahun 2025–2029.
Saat bertemu dengan Presiden di Istana pada Rabu malam, Maruarar tidak hanya berbicara tentang pembangunan rumah di IKN, tetapi juga tentang perkembangan program perumahan pemerintah, seperti kebijakan pembebasan biaya persetujuan bangunan gedung (PBG), bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), dan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk rumah-rumah yang diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah.. Selanjutnya, Maruarar berbicara tentang hasil renovasi menara di Wisma Atle
Presiden kemudian menekankan bahwa kebijakan perumahan prorakyat pemerintah terus didistribusikan dan dilaksanakan secara masif.
Maruarar juga memberi tahu Presiden bahwa pemerintah telah membangun dan memberikan 130.000 rumah subsidi tambahan.
Presiden meminta kebijakan yang pro-rakyat dari Presiden Prabowo. Kebijakan ini menurunkan biaya BPHTB dari 5% menjadi 0%, serta biaya PBG dan persetujuan bangunan gedung dari 5% menjadi 0%. PPN ini akan ditanggung pemerintah sampai Juni 2025. Ini dimaksudkan untuk disosialisasikan secara masif ke daerah supaya MBR dapat memperoleh manfaatnya, kata Maruarar.
