Jakarta , Intra62.com. Munaslub Partai Golkar akankah terjadi ? . Tema ini menjadi pilihan editorial Redaksi intra62. Belakangan ini Partai Golkar digoyang dengan kasus Migor , sejak ketum partai berlambang partai pohon beringin ini dijadikan saksi . Ketua Umum Partai Golkar terlihat diperiksa Kejagung selama 12 jam . Dalam dekade terakhir Golkar terkenal dengan safety player .
Ditengah badai minyak goreng yang sedang menggelinding , petinggi partai mulai kasak kasak untuk membuat wacana rencana munaslub . Karena ada petinggi yang menginginkan agar Golkar mencalonkan kadernya menjadi Capres di pilpres 2024 .
Beraneka ragam pendapat dari Petingi Golkar berbeda – beda . Dari Bamsoet ketika ditanya awak media menyatakan Munaslub lihat situasi Internal . Memang ada gerakan dari bawah yang mengatasnamakan Kader Golkar melakukan Aksi demo untuk menuntut Ketua Umum Golkar mundur .
Menjawab isu yang bergulir tersebut , Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menjawab bahwa Golkar tidak ada Munaslub . Sementara itu ada terlihat dua kader Golkar yang berminat untuk menjadi Calon Ketum yaitu Luhut Binsar Panjaitan dan Bahlil . Namun ternyata gerakan mereka terbaca oleh Airlangga .
Dan sepertinya mereka sudah dapat dikendalikan oleh Ketua Umum Airlangga , dengan melakukan kunjungan silaturrahmi ke kedua tokoh tersebut .
Baca Juga : Kisruh Partai Keadilan & Persatuan ( PKP ) berujung Munaslub dan Pemecatan Ketum
Faktor eksternal mempunyai kepentingan tentunya yang cukup kuat . Dengan justifiksi politisasi hukum lebih dominan , menunjukkan kualitas hukum dan keadilan di Indonesia masih raport merah .
Politisi Golkar Senior Nurdin Halid menuturkan setiap tahun politik , gonjang ganjing politik itu hal yang normal . Karena menurutnya demokrasi kiita sudah tidak berdasar pada demokrasi pancasila . Kalau demokrasi pancasila tentunya tertumpu pada nilai-nilai pancasila , berkeadilan dan bermartabat , ” imbuh Nurdin .
Analysis politik dari DPP Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia ( AWDI ) , Balham Wadja SH sampaikan gerakan Airlangga mencoba bermanuver main mata dengan partai Koalisi sempat tercium . Sehingga diduga pemanggilan sebagai saksi dalam kasus Migor diasumsikan sebagai warning agar jelas arah politiknya. ( tim red )
