Jakarta, Intra62.com – Pada Senin (2/3), Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty meminta agar ketegangan regional segera dikurangi untuk mencegah Timur Tengah terjerumus ke dalam “kekacauan total”.
Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Mesir, Abdelaty melontarkan pernyataan tersebut dalam panggilan telepon dengan mitra setaranya di Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Qatar, Oman, Bahrain, Yordania, dan Irak.
Pernyataan itu menyatakan bahwa fokus diskusi adalah perkembangan cepat dan berbahaya di kawasan, serta serangan-serangan Iran terhadap berbagai negara.
Abdelatty kembali menegaskan bahwa Mesir mendukung semua negara Arab dan mengecam “serangan yang tidak dapat diterima dan tidak beralasan” yang ditujukan kepada mereka.
Selain itu, dia menyatakan dukungan penuh Mesir terhadap kedaulatan, keamanan, stabilitas, dan integritas teritorial Arab, dan menekankan bahwa Iran harus segera menghentikan serangan terhadap negara-negara Arab.
Dia meminta semua pihak untuk “menahan diri semaksimal mungkin, memprioritaskan dialog, dan mengutamakan akal sehat serta solusi politik maupun diplomatik.”
Pada Senin, Menlu Irak Fuad Hussein berbicara dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menlu Uni Emirat Arab Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan melalui telepon.
Hussein menyerukan gencatan senjata dan deeskalasi segera untuk melindungi warga sipil dan menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.
Di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut, upaya diplomatik ini dilakukan. Serangan udara gabungan AS-Israel terhadap Teheran dan kota-kota lain di Iran pada hari Sabtu (28/2) pagi waktu setempat menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, beberapa anggota keluarganya, komandan militer senior, dan warga sipil.
Sebagai tanggapan, Iran melakukan serangan rudal dan drone yang menyasar Israel dan pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah.
Baca Juga : Sugiono menghubungi Menlu Iran sekali lagi, menegaskan kesiapan Amerika Serikat saat Konflik.
Baca Juga : Media Iran Mengkonfirmasi Kematian Khamenei, Teheran Deklarasikan Masa Berkabung 40 Hari.
(Red).
