Jakarta, Intra62.com –
Pada Senin (2/3), Departemen Luar Negeri AS meminta warga negaranya untuk segera meninggalkan wilayah Timur Tengah karena adanya ancaman keselamatan yang signifikan.
Dalam unggahan di platform media sosial X, Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Konsuler, Mora Namdar, menulis, “Departemen Luar Negeri AS mendesak warga Amerika untuk PERGI SEKARANG JUGA dari negara-negara berikut menggunakan transportasi komersial yang tersedia, karena adanya risiko keselamatan serius.”
Bahrain, Mesir, Iran, Irak, Israel, Tepi Barat dan Gaza, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, Suriah, Uni Emirat Arab (UEA), dan Yaman adalah beberapa lokasi yang dianggap memiliki “risiko keselamatan serius”.
Serangan udara besar-besaran yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada hari Sabtu (28/2) pagi waktu setempat. Pada hari Minggu (1/3), Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara yang dilakukan sehari sebelumnya.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, di sisi lain, menyatakan bahwa operasi AS di Iran dapat dicapai tanpa kehadiran pasukan darat.
Dia menyatakan, “Saat ini, kami tidak dalam posisi untuk menyiapkan pasukan darat, tetapi tentu saja presiden memiliki opsi tersebut.”
Dia mengatakan, “Fokus kami adalah penghancuran peluncur rudal balistik mereka, persediaan rudal balistik mereka, serta kemampuan produksi rudal balistik mereka, dan juga drone serangan satu arah dan angkatan laut mereka.”
Pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kampanye militer terhadap Iran dapat berlangsung lebih lama daripada yang dia prediksi dalam wawancara media sehari sebelumnya, yaitu empat hingga lima pekan.
Baca Juga : Mesir dan Irak menyerukan deeskalasi regional untuk mencegah kehancuran Timur Tengah.
Baca Juga : BGN: Untuk evaluasi Program MBG, SPPG Dihentikan Sementara.
(Red).
