Jakarta , Intra62.com . KLH: Di Serang, Cemaran radioaktif diduga disebabkan oleh Peleburan besi . Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan bahwa potensi pencemaran radioaktif Cesium-137 ditemukan di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Karena aktivitas peleburan besi dan baja di dekat pabrik pengolahan udang.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif, Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), mengatakan saat pengukuhan kader Gerakan Pilah Sampah di Jakarta Utara pada hari Kamis. Bahwa pemerintah telah menyegel dan melokalisasi lokasi yang diduga tercemar radioaktif Cesium-137 di Cikande.
Menteri Hanif menyatakan bahwa industri peleburan besi dan baja mungkin menjadi salah satu penyebabnya. Karena mungkin menggunakan scrap besi dan baja yang tidak terlacak saat dilebur.
Dia menyatakan bahwa tim dari KLH, bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Kepolisian Republik Indonesia . Dan berbagai organisasi lain, telah mengunjungi lokasi tersebut.
Setelah itu, area yang terdeteksi tercemar disegel dan ditemukan, dan penyisiran terus dilakukan hingga saat ini.
Dia menegaskan bahwa lebih dari sepuluh kontainer udang beku yang dikirim kembali ke Indonesia untuk diekspor ke Amerika Serikat tidak mengandung cemaran radioaktif.
Setelah itu, PT BMS, yang berada di Kawasan Industri Modern Cikande. Adalah satu-satunya produk udang yang dimasukkan ke dalam daftar merah FDA.
Selanjutnya, KLH, KKP, dan Bapeten memeriksa rantai pasokan bahan baku udang PT BMS dari Lampung dan Pandeglang.
Hasil penelusuran memastikan bahwa tidak ditemukan Cesium-137 di tambak atau bahan baku. Dengan demikian, kontaminasi dianggap berasal dari tempat lain di luar pabrik pengolahan.
Baca juga : Menghidupkan Kembali Tambak Pantura Kajian Lingkungan
( Anisa-red)
