• Wed. Feb 21st, 2024

    INTRA62.COM

    Berita Nusantara Milik Bersama

    Juragan Grosir Mainan Dan Sembako, Tewas Dibunuh. Siapa Pelakunya?

    ByNAS

    Dec 8, 2023
    Juragan Grosir Mainan Tewas

    Pemalang, Intra62.com – Muhammad Aldar 60 tahun, juragan grosir mainan dan kebutuhan pokok (sembako) di Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang tewas dibunuh, polisi kini menetapkan salah satu anak korban sebagai tersangka. Inisial anaknya MB 21 tahun.

    AKBP Yovan Fatika Aprilaya, Kapolres Pemalang mengungkapkan, MB memerintahkan AN 22 tahun, untuk membunuh korban yang merupakan tetangga korban. MB juga disebut membiarkan pintu lantai dua rumah korban tidak terkunci sehingga membuka jalan bagi AN.

    “Awalnya AN adalah satu-satunya pelaku eksekusi korban. Namun, seiring penyidikan dan pendalaman kasus, terungkap bahwa AN tersebut disuruh oleh MB yang merupakan anak kandung korban. Fakta baru pun bermunculan,” ujar Yovan saat jumpa pers di Mapolres Pemalang Jumat (8/12/2023).

    Baca Juga: Empat Anak Ditemukan Tewas Berjajar Di Kamar Kontrakan, Apa Penyebab Kematianya?
    Foto pelaku pembunuh juragan mainan. (Red/Intra62)

    Polisi kini mendalami motif MB yang memerintahkan AN membunuh korban.

    “Masih kita selidiki motifnya. Yang jelas anak tersebut mempunyai keinginan yang tidak dituruti oleh korban. Masih kita selidiki. Informasi awal, ia berpisah dan korban tinggal sendiri (tanpa istri dan anaknya di rumah). Kami masih mendalami apakah ada pihak lain yang terlibat,” kata Yovan.

    Yovan menerangkan, MB dan AN sudah saling kenal sejak lama mereka adalah teman bermain. Rencana pembunuhan bermula saat AN mendatangi TKP di rumah korban dengan niat meminjam uang. Saat itulah AN bertemu MB.

    “Dari keterangan penyidik, saudara MB pertama kali bertemu dengan eksekutor AN. Saat AN mendatangi rumah korban, saudara MB ada di sana untuk meminjam uang, kemudian AN ditemui oleh MB,” terang Yovan.

    AN sebenarnya menerima Rp 1,5 juta dari MB. AN juga mendapat uang tambahan jika menuruti permintaan MB untuk membunuh korban.

    “MB memberikan uang kepada AN dan akan diberikan lagi setelah ayahnya dibunuh. Dalam pertemuan tersebut AN menerima uang sebesar Rp 1,5 juta dan sisanya dibayarkan setelah eksekusi selesai,” jelasnya.

    Tersangka AN dan MB dijerat beberapa pasal atas perbuatannya. “Berlaku pasal 340 KUHP, pasal 338 KUHP, dan pasal 365 KUHP, kalau pasal 340 intimidasi diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau 20 tahun, kalau pasal 338 pidananya adalah 15 tahun, dalam hal Pasal 365 ayat 3 dalam hal ini intimidasi diancam dengan pidana penjara 15 tahun,” tuturnya.

    Diberitakan sebelumnya, H. Muhammad Aldar, 60 tahun, bos toko mainan, sembako, dan pemilik banyak rumah kontrakan di Comal, Pemalang, ditemukan tewas bersimbah darah. Diketahui, pelaku pembunuhan tersebut adalah tetangganya.

    Muhammad Aldar diketahui tinggal sendirian di rumah dua lantai di Kabupaten Pemalang, Kecamatan Comal, RT 001 RW 021, Desa Purwosari, Kawasan Perumahan Puri Asli. (red/intra62)

     

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *