Jakarta, Intra62.com –
Sony Sanjaya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), mengatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperlukan untuk 65 persen masyarakat Indonesia karena berhasil meningkatkan asupan gizi penerima manfaat dan meningkatkan ekonomi lokal.
Saat berbicara di Rapat Konsolidasi Program MBG di Pangkalpinang, Jumat, Sony Sanjaya menyatakan, “Alhamdulillah, berdasarkan survei, sebanyak 65 persen masyarakat Indonesia memerlukan Program MBG ini.”
Ia mengumumkan bahwa Rapat Konsolidasi Program MBG di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan diadakan untuk mengoptimalkan program tersebut dalam upaya menciptakan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkualitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, yang pada gilirannya akan membantu memperkuat perekonomian Indonesia.
Kami datang ke sini untuk saling mengingatkan. Dia mengatakan, “Ayo kita melaksanakan Program MBG secara optimal untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan perekonomian masyarakat di daerah ini.”
Dia menyatakan bahwa kesalahan teknis yang terjadi dalam pelaksanaan Program MBG di lapangan pasti akan dihindari dan diperbaiki secara bertahap untuk meningkatkan kualitas program di daerah tersebut.
Menurutnya, “Kami terus mengawasi SPPG ini dan jika ada pelanggaran, akan dinonaktifkan sementara untuk mengoptimalkan Program MBG ini.”
Ia menyatakan bahwa SPPG ini dinonaktifkan karena beberapa alasan. Salah satunya adalah pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan BGN terkait konsumsi MBG.
Sebuah kasus di mana menu daging ayam disiapkan pada pukul 17.00 WIB tetapi kemudian dimasak, dibagikan, dan dikonsumsi oleh penerima manfaat pada pukul 08.00 WIB pada hari berikutnya adalah salah satu contoh pelanggaran prosedur operasi standar (SOP). Akibatnya, SPPG tersebut dionaktifkan sementara untuk perbaikan.
Selain itu, prasarana dan sarana dapur SPPG tidak memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan BGN.
Dia menyatakan, “SPPG yang dapurnya tidak memenuhi spesifikasi dilakukan penindakan penghentian sementara untuk perbaikan. Apabila dapurnya sudah memenuhi spesifikasi, SPPG tersebut harus bersurat ke BGN untuk beroperasi kembali.”
Baca Juga : MBG Beroperasi Besok, dan BGN Akan Menghentikan Promosi “mark up” Mitra Bahan Baku.
Baca Juga : 1.512 SPPG di Pulau Jawa Dihentikan untuk Sementara oleh BGN.
(Red).
