Jakarta , Intra62.com . DPP AWDI : Kemerdekaan RI jangan dibungkus dengan ” Kebijakan ala VOC Jilid II ” . Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum DPP ADWI Balham Wadja SH ketika ditanya awak media tentang arti kemerdekaan RI 80 , Minggu (17/8/2025 ).
Kita paham bahwa VOC sangat terkenal dalam bisnis perdagangan yang merugikan rakyat indonesia . Zaman Penjajahan Belanda , VOC bisa disebut “negara dalam negara”: rakus, menindas rakyat. Dan hanya mementingkan keuntungan ekonomi.
Itulah sebabnya banyak orang Indonesia sekarang sering mengingatkan, jangan sampai pemerintahan modern bersikap seperti VOC — kolonial, eksploitatif, dan korup.
Dalam pengamatan AWDI ( Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia ) , sejauh dalam sejak reformasi , kebijakan pemerintah sudah banyak keluar dari tujuan berbangsa dan bernegara . Dalam hal ini sikap politik AWDI dalam memperingati HUT RI ke 80 sebagai berikur :
- Menentang sistem pemerintahan yang kejam dan menindas rakyat. Pemerintah tidak boleh mengulangi masa lalu kolonialisme VOC yang hanya menguntungkan beberapa orang dengan mengorbankan kepentingan umum.
- Mendorong pemerintahan yang adil, akuntabel, dan transparan. Semua kebijakan harus dibuat untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kelompok atau negara lain.
- Menganjurkan seluruh bangsa untuk mempertahankan demokrasi. Tidak boleh ada pembungkaman, tekanan, atau kriminalisasi wartawan dan media karena mereka bertanggung jawab untuk mengawasi jalannya pemerintahan.
- Siap kritisi kebijakan yang membahayakan masyarakat. Pemerintah harus memprioritaskan musyawarah, kepentingan nasional, dan kesejahteraan rakyat.
- Pemerintah tidak boleh mengikuti gaya kolonial VOC yang eksploitatif, menekan, dan menguntungkan kelompok tertentu.
Dengan segala hormat kepada Bapak Presiden prabowo , Ketum AWDI berpesan janganlah kebijakan pemerintah meniru kebijkan ala VOC zaman dulu . Buatlah rakyat Indonesia ini sejahtera dan pejabat yang korup segera dihukum secara adil .
Dirgahayu RI 80 , Sukses Indonesia Raya bersama AWDI
Baca juga : DPP AWDI : Aksi Demo 26 Organisasi Pers Bentuk Sayang kepada Polri ,Salam Presisi & Jangan Ternoda
(Anisa-red)
