• Wed. Jun 19th, 2024

    Organisasi Kesehatan Dunia Pademi covid 19 Berakhir, Benarkah?

    ByNAS

    Dec 16, 2022
    Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Pademi covid 19 Berakhir, Benarkah?

    JakartaIntra62.com – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Rabu kemarin, mengungkapkan bahwa dirinya ‘berharap’ pandemi COVID-19 tak lagi dianggap sebagai keadaan darurat global tahun depan.

    Adapun komentarnya itu muncul saat menyoroti China yang menerapkan kebijakan “nol-COVID” dan membiarkan orang hidup dengan virus. Ini tentunya menimbulkan kekhawatiran terhadap negara tersebut lantaran bisa menghadapi lonjakan infeksi kembali.

    Baca Juga: Waspada Kasus COVID-19 Berisiko Tinggi Terpapar Varian Kraken

    Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus

    Sebagaimana diketahui, WHO kerap mengadakan rapat setiap beberapa bulan untuk memutuskan apakah virus Corona yang muncul 3 tahun lalu di Wuhan, China, masih merupakan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (PHEIC) atau tidak.

    Pertemuan ini juga dimaksudkan untuk memicu tanggapan internasional yang terkoordinasi dan dapat membuka pendanaan untuk berkolaborasi dalam berbagi vaksin dan perawatan.

    Di sisi lain, ahli epidemiologi senior WHO Maria Van Kerkhove saat ditanya tentang kondisi yang diperlukan untuk mengakhiri pandemi.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sampai saat ini masih menelusuri lebih lanjut terkait asal-usul pandemi COVID-19. Hal ini dilakukan setelah sebuah badan Amerika Serikat (AS) melaporkan pandemi COVID-19 kemungkinan disebabkan oleh kebocoran laboratorium China.

    Laporan The Wall Street Journal pada akhir pekan lalu menjelaskan. Departemen Energi AS telah menyimpulkan bahwa pandemi kemungkinan besar muncul dari kebocoran laboratorium China, sebuah penilaian yang dibantah oleh Beijing.

    Baca Juga: Pimpinan Komisi IX DPR Minta Vaksin Covid-19 Balita Usia 6 Bulan-11 Tahun Secara Gratis

    Departemen Energi AS membuat penilaian dengan “kepercayaan rendah” dalam laporan intelijen rahasia yang baru-baru ini diberikan kepada Gedung Putih dan anggota penting Kongres. Laporan itu mengutip orang-orang yang telah membaca laporan intelijen tersebut.

    4 lembaga AS lainnya, bersama dengan panel intelijen nasional, masih menganggap COVID-19 kemungkinan besar merupakan hasil dari penularan alami. Sementara dua lainnya belum diputuskan, Journal melaporkan.

    Di samping itu, Pimpinan Teknis WHO untuk COVID-19. Maria Van Kerkhove mengungkapkan rasa frustrasinya di Twitter karena AS tidak membagikan informasi tambahan dengan WHO mengenai laporannya yang menilai asal mula virus tersebut. (red)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    slot777

    slot

    https://mtsnupakis.sch.id/wp-content/zeusslot/

    https://insankamilsidoarjo.sch.id/wp-content/slot-zeus/

    https://smpbhayangkari1sby.sch.id/wp-content/slot-zeus/

    https://mtsnupakis.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

    https://lookahindonesia.com/wp-content/bonus-new-member/

    https://sd-mujahidin.sch.id/wp-content/depo25-bonus25/

    https://ponpesalkhairattanjungselor.sch.id/wp-content/mahjong-slot/

    https://mtsnupakis.sch.id/wp-content/slot777/

    https://sdlabum.sch.id/wp-content/slot777/

    https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

    https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

    https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/