Jakarta, Intra62.com –
Salah satu toko grosir di Jakarta Timur (Jaktim) diawasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI untuk memastikan bahwa produk makanan yang dijual aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat menjelang Idul Fitri atau Lebaran 2026.
Saat melakukan pengawasan pangan secara langsung di Lotte Grosir Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur, Senin, Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, mengatakan, “Kami melakukan pengawasan ini karena intensitas penjualan dan konsumsi pangan masyarakat pada periode ini meningkat cukup tinggi.”
Setelah melakukan pengujian terhadap puluhan sampel produk, hal itu dipastikan. Taruna menyatakan bahwa pemeriksaan resmi langsung di lapangan dan pengawasan acak dan tersembunyi dilakukan secara bersamaan di seluruh Indonesia setiap hari.
Dalam acara tersebut, BPOM RI juga melakukan pengujian cepat terhadap empat puluh sampel produk yang diduga mengandung bahan berbahaya seperti pengawet dan pewarna yang dilarang. Pengujian ini dilakukan menggunakan mobil laboratorium keliling.
Taruna menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan hari ini menunjukkan bahwa sebagian besar produk memenuhi persyaratan sanitasi, kebersihan (hygiene), standar label, kemasan, izin edar, dan kedaluwarsa.
Hasilnya menunjukkan bahwa semua sampel yang diuji aman dan dapat dimakan.
Menurutnya, “Alhamdulillah, dari 40 sampel yang kami uji, tidak ada bahan berbahaya yang ditemukan. Termasuk kerupuk yang sempat kami curigai, hasilnya juga negatif dari zat pewarna Rhodamin B.”
Di antara anggota pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terlibat dalam pengawasan ini adalah Uus Kuswanto, Sekretaris Daerah DKI Jakarta.
Uus berterima kasih atas upaya BPOM untuk menjamin keamanan pangan bagi masyarakat dengan melakukan pengawasan langsung di lapangan.
Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kami mengucapkan selamat datang kepada kegiatan ini. Uus menyatakan bahwa saat ini sangat sulit karena kebutuhan masyarakat akan makanan meningkat menjelang Idul Fitri.
Sekitar 79 produk makanan dinyatakan negatif untuk formalin, menurut hasil pemeriksaan.
Menurutnya, pengawasan seperti ini penting untuk membuat orang merasa aman saat memilih dan mengonsumsi makanan selama Ramadhan dan Idul Fitri.
Baca Juga : Di Lombok, BBPOM Mataram menemukan Makanan yang Mengandung Boraks.
Baca Juga : BPOM: 71 Produk Obat Herbal Terstandar Baru Saja Didaftarkan di Indonesia.
(Red).
