Jakarta, Intra62.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Banten, melaporkan sebanyak 84 jiwa masih bertahan di pengungsian akibat banjir yang belum sepenuhnya surut di sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Kasemen.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang Diat Hermawan di Serang, Senin, menyebutkan hingga hari ini total warga terdampak bencana hidrometeorologi mencapai 6.763 jiwa atau 2.223 Kepala Keluarga (KK).
“Kondisi terkini menunjukkan tren surut di beberapa titik, seperti di Kecamatan Serang dan Cipocok Jaya. Namun di Kecamatan Kasemen, air masih menggenangi pemukiman dengan ketinggian yang cukup bervariasi,” ujar Diat.
Berdasarkan data BPBD, titik terburuk terjadi di Lingkungan Manggerong, Kelurahan Sawah Luhur, di mana air mencapai 100 centimeter. Akibatnya, 22 KK atau 84 jiwa harus mengungsi ke tenda darurat yang dibuat oleh petugas.
Banjir merendam fasilitas publik penting seperti Puskesmas Kasemen dan Pondok Pesantren Mirbath Syaja’ah Al Akhyar, selain pemukiman penduduk. Secara keseluruhan, dia menyatakan bahwa ada 20 titik banjir yang merendam sedikitnya 528 rumah di empat kecamatan.
Selain banjir, cuaca buruk juga menyebabkan empat rumah warga roboh di Kecamatan Serang dan Walantaka. Hujan dan angin kencang menyebabkan kerusakan terbesar di dapur dan ruang tamu.
Personel BPBD Kota Serang masih berada di lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi, memantau aliran air, dan melakukan pendataan lanjutan. Meskipun cuaca diproyeksikan hujan dengan intensitas ringan, petugas tetap memperhatikan kemungkinan air sungai meningkat.
Untuk mengurangi dampak bencana yang lebih besar, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG serta saluran Call Center BPBD Kota Serang.
Baca Juga : Tim SAR perluas pencarian korban banjir lahar Merapi
Baca Juga : Sebanyak 96 Kelurahan di Jakarta Selatan Terkena Dampak Banjir, Menurut BPS.
(Red).
