Jakarta, Intra62.com –
Proses diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran kembali tidak berhasil. Perundingan di Pakistan tidak mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.
Wakil Presiden AS, JD Vance, mengakui bahwa diskusi yang dilakukan cukup substansial, meskipun hasilnya belum memuaskan harapan, meskipun pembicaraan yang berlangsung selama hampir satu hari itu dianggap sangat intens.
Vance mengatakan dalam konferensi pers di Islamabad, “Kami telah melakukannya selama 21 jam, dan kami telah melakukan sejumlah diskusi substantif dengan pihak Iran. Itu kabar baiknya.”
Namun, ia menegaskan bahwa belum ada kesepakatan hingga pertemuan berakhir.
Dia berkata, “Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan saya pikir itu lebih buruk bagi Iran daripada bagi Amerika Serikat. Jadi kita kembali ke Amerika Serikat tanpa kesepakatan.”
Sebagai tanggapan Iran, Esmaeil Baqaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri, menyatakan bahwa perundingan sedang berlangsung secara intensif. Tetapi ia menekankan bahwa keberhasilan negosiasi sangat bergantung pada sikap Amerika Serikat.
Ia meminta Washington untuk menghindari tuntutan yang dianggap berlebihan dan melanggar hukum internasional. Baqaei juga meminta agar hak dan kepentingan Iran dihormati oleh Amerika Serikat.
Dalam perundingan, sejumlah masalah penting dibahas, termasuk kontrol atas Selat Hormuz, program nuklir Iran, dan upaya untuk menghentikan perang secara keseluruhan.
Sejak 28 Februari 2026, konflik telah berlangsung antara Iran dan koalisi AS-Israel. Ayatollah Ali Khamenei, yang saat itu menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran, tewas dalam serangan awal.
Sejak saat itu, eskalasi konflik terus meningkat. Iran menyerang Israel dan fasilitas militer AS di Teluk.
Data korban menunjukkan dampak yang signifikan dari perselisihan ini. Di Iran, 2.076 orang tewas dan 26.500 lainnya terluka dalam serangan balasan Iran, yang melukai 7.451 orang di Israel.
Selain itu, serangan tersebut menyebabkan 13 tentara AS tewas dan sekitar 200 lainnya luka-luka.
Dengan keberhasilan perundingan ini, terbukti bahwa jalan menuju perdamaian masih jauh. Selain itu, ketegangan antara kedua negara mungkin terus berlanjut karena belum ada kesepakatan mengenai masalah utama yang menyebabkan konflik.
Baca Juga : Rumah Ono Surono Di geledah KPK Dugaan Aliran Uang Sarjan.
Baca Juga : Khawatirannya adalah serangan di dekat PLTN Bushehr, yang merupakan picu radiasi yang signifikan di Iran.
(Red).
