• Wed. Jun 3rd, 2026

Khawatirannya adalah serangan di dekat PLTN Bushehr, yang merupakan picu radiasi yang signifikan di Iran.

ByBunga Lestari

Mar 27, 2026

Jakarta, Intra62.com –

Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menyatakan kekhawatiran atas serangan militer di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di Iran yang berpotensi memicu insiden radiasi besar.

Dalam pernyataannya pada Kamis (26/3), IAEA menyebut serangan militer dilaporkan menghantam di sekitar fasilitas tersebut, terakhir terjadi pada Selasa malam.

Grossi memperingatkan bahwa kerusakan fasilitas itu bisa menyebabkan kebocoran radiasi yang berdampak pada wilayah luas di Iran dan sekitarnya.

Ia menyerukan pihak-pihak yang bertikai untuk menahan diri “secara maksimal” untuk mencegah risiko tersebut.

Sementara itu, Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) melaporkan serangan baru terhadap PLTN Bushehr. Namun, tidak ada korban maupun kerusakan di antara karyawan, dan pembangkit terus beroperasi seperti biasa.

Selain itu, serangan drone pada 17 Maret terjadi tanpa mengakibatkan korban atau kerusakan.

Amerika Serikat dan Israel menyerang tujuan di Iran, termasuk Teheran, pada 28 Februari, menyebabkan kerusakan dan kematian warga sipil.

Sebagai tanggapan, Iran menyerang wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Pada awalnya, Amerika Serikat dan Israel menyatakan bahwa serangan “pencegahan” itu diperlukan untuk menghadapi ancaman dari program nuklir Iran, tetapi mereka belakangan menegaskan bahwa mereka ingin melihat pergeseran kekuasaan Iran.

Baca Juga : Pengoperasian PLTN Pertama Indonesia Diharapkan Dimulai Pada 2032.

Baca Juga : Batemen Menunjukkan Pentingnya Mengawasi Mineral Ikutan Radioaktif Yang Dihasilkan Dari Pertambangan.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/