• Sat. Apr 18th, 2026

Purbaya Menyatakan Kenaikan Belanja K/L Sebagai Akibat dari Dampak Ekonomi yang Merata.

ByBunga Lestari

Mar 13, 2026

Jakarta, Intra62.com –

Untuk mengimbangi dampak ekonomi dari belanja pemerintah sepanjang tahun anggaran, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan belanja kementerian/lembaga (K/L) melonjak sebesar 85,5% per Februari 2026.

Saat dikonfirmasi wartawan di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Jumat, Purbaya menyatakan bahwa akselerasi belanja pada awal tahun direncanakan.

Tujuan dari skema ini adalah untuk menghindari penumpukan belanja pemerintah pada akhir tahun, yang sering menyebabkan anggaran tidak terserap penuh. Padahal, anggaran harus disalurkan untuk mendorong aktivitas perekonomian.

Oleh karena itu, Purbaya membantah gagasan bahwa banyaknya K/L di Kabinet Merah Putih menyebabkan peningkatan belanja.

“Tidak (membengkak karena K/L yang tinggi).” Purbaya menyatakan bahwa mereka mendesak K/L untuk belanja lebih cepat dari tahun sebelumnya karena sekarang (belanja) kami desain supaya dampak belanja pemerintah merata sepanjang tahun.

Sebagai catatan, nilai realisasi tercatat sebesar Rp155,0 triliun, atau 10,3% dari target, dan belanja K/L meningkat 85,5% yoy.

Belanja non-K/L, di sisi lain, terealisasi sebesar Rp191,0 triliun, atau 11,7% dari target, dengan pertumbuhan 49,4% per tahun.

Dengan realisasi Rp346,1 triliun, atau 11,0 persen dari target, pertumbuhan belanja pemerintah pusat (BPP) mencapai 63,7 persen yoy.

Realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp493,8 triliun, atau 12,8 persen dari target, atau naik 41,9 persen tahunan, ditambah dengan realisasi transfer ke daerah (TKD) yang meningkat 8,1 persen tahunan dengan realisasi Rp147,7 triliun, atau 21,3 persen dari target.

Pendapatan total negara sebesar Rp358 triliun, atau 11,4 persen dari target APBN sebesar Rp3.153,6 triliun, meningkat sebesar 12,8%.

Dengan demikian, per 28 Februari 2026, APBN mengalami defisit sebesar Rp135,7 triliun, atau 0,53% terhadap PDB, dengan keseimbangan primer mengalami defisit sebesar Rp35,9 triliun.

Baca Juga : Purbaya Menolak Keterlibatan Wamenkeu Suahasil Dalam Pemilihan Anggota DK OJK.

Baca Juga : Purbaya Menetapkan Pembiayaan Standar SLF Setelah Menerima Keluhan Dari Bisnis Apotek.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/