• Fri. Apr 17th, 2026

PLN IP Siapkan Kebutuhan Hidrogen Untuk Mendukung Energi Berkelanjutan

ByAF

Apr 19, 2025
PLN IP Siapkan Kebutuhan Hidrogen Untuk Mendukung Energi Berkelanjutan

Jakarta , Intra62.com .  – PT PLN Indonesia Power (PLN IP) siap memenuhi kebutuhan hidrogen hijau.  Atau green hydrogen untuk mendukung energi keberlanjutan Indonesia di masa depan.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.  Dia mengatakan komitmen tersebut diperkuat dan telah diwujudkan melalui fasilitas ekosistem hidrogen mulai dari hulu hingga hilir yang dikembangkan korporasi.

Menurut dia, hidrogen hijau merupakan hasil inovasi PLN yang menjadi solusi di tengah tantangan transisi energi untuk mencapai target nol emisi bersih . Atau net zero emissions (NZE) pada 2060 dan keberlanjutan energi Indonesia.

Edwin mengatakan, “Hidrogen hijau ini karya insinyur PLN Grup yang sumbernya dari dalam negeri.  Yang jika dikembangkan dan dimanfaatkan secara masif, akan memiliki dampak yang sangat besar.”

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya menyatakan bahwa salah satu upaya Indonesia untuk mencapai target NZE 2060 adalah penggunaan hidrogen secara menyeluruh sebagai sumber energi bersih.

Saat membuka Global Hydrogen Ecosystem 2025 Summit & Exhibition (GHES 2025), di Jakarta, Selasa (15/4), Bahlil mengatakan, “Buktinya bahwa Bapak Presiden Prabowo telah mencanangkan Astacita.  Berbicara tentang kedaulatan swasembada energi, di dalamnya terdapat energi hijau, energi baru terbarukan.  Dan hidrogen merupakan bagian dari visi besar Bapak Presiden.”

Edwin menambahkan bahwa PLN Indonesia Power tersedia untuk memenuhi kebutuhan hidrogen hijau di tanah air melalui fasilitas produksi hidrogen hijau (GHP) yang terletak di tiga belas pembangkit.

PLTU Pangkalan Susu, PLTU Suralaya 1-7, PLTU Suralaya 8, PLTGU Cilegon, PLTU Labuan, PLTU Lontar.  PLTU Tanjung Priok, PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Tambak Lorok, PLTG Pemaron, PLTU Grati, PLTU Adipala.  Dan PLTP Kamojang adalah ke-13 GHP milik PLN IP.

Hidrogen hijau

Edwin menyatakan bahwa PLTP Kamojang, pembangkit panas bumi pertama yang menghasilkan hidrogen . Adalah salah satu pembangkit PLN Indonesia Power yang menghasilkan hidrogen hijau.

PLN Indonesia Power mampu memproduksi 80 ton per tahun dengan 13 unit GHP itu, yang menyumbang 40% dari total GHP PLN.

Produksi hidrogen hijau ini menghasilkan 32 ton per tahun yang digunakan untuk operasi pembangkit (cooling generator), dan 48 ton tambahan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.

Edwin terus ke belakang, PLN Indonesia Power juga membangun stasiun pengisian hidrogen (HRS) pertama di Indonesia. Stasiun ini membantu fasilitas kendaraan masa depan yang menggunakan hidrogen.

Selain untuk kendaraan, PLN Indonesia Power juga mengembangkan penggunaan hidrogen yang dikonversi menjadi amonia hijau sebagai sumber energi primer.

Di PLTU Labuan 2×300 MW, penggunaan ammonia hijau terbukti berhasil selama 8 jam dengan penggunaan 50 ton amonia.

Edwin mengatakan bahwa hidrogen hijau, sebagai sumber energi bersih, tidak meninggalkan residu di udara.  Sehingga tidak menghasilkan emisi karbon karena hanya mengeluarkan uap air.

Baca juga : Rupiah, Ekspor, dan Energi: Ancaman Ekonomi RI di Bawah Presiden Trump 2.0

(Anisa-red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/