Jakarta, Intra62.com –
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan tanggapan atas sorotan publik tentang status atlet angkat besi Olimpiade Nurul Akmal sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Di Jakarta, Senin, Sekretaris Jenderal Kemenpora Gunawan Suswantoro mengatakan kepada media bahwa mereka sedang berkomunikasi dengan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), karena formasinya masih digodok di sana (KemenPAN-RB).
Dia mengatakan hal itu sebagai tanggapan atas status Nurul Akmal sebagai PPPK Paruh Waktu yang menarik perhatian masyarakat di media sosial.
Melalui akun Instagramnya @nurulakmal_12, Nurul mengunggah foto mengenakan seragam Korpri dengan keterangan tulisan bahwa dia bersyukur meskipun dia hanya berstatus PPPK Paruh Waktu, ditambah dengan emotikon sedih, yang membuat statusnya menjadi perhatian publik.
Suswantoro, yang mengetahui situasi tersebut, menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang berkomunikasi dengan KemenPAN-RB, yaitu kementerian yang bertanggung jawab atas aparatur negara.
Suswantoro juga meminta media untuk menanyakan status Nurul ke kementerian yang relevan.
Dia mengatakan, “Coba tanya di sana, barangkali ada prioritas di sana. Mekanismenya dari sana dulu.”
Salah satu atlet putri terbaik Indonesia dalam angkat besi (liter) adalah Nurul Akmal. Di Islamic Solidarity Games 2017 di Baku, Azerbaijan, lifter asal Aceh itu meraih medali perak kelas +90 kg. Ini adalah prestasi internasional pertamanya.
Nurul juga mendapatkan medali perak di Asian Championships dan beberapa SEA Games, dan perunggu di kelas +87 kg di Qatar Cup ke-6 di Doha pada 2019.
Di tingkat nasional, Nurul memenangkan dua medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON). Itu terjadi pada PON Papua 2021, di mana dia memiliki total angkatan 258 kg, yang merupakan rekor baru. Pada PON Aceh-Sumatera Utara 2024–PON XXI Aceh, dia memecahkan rekor nasional di kelas +87 kg.
Prestasi tertinggi Nurul termasuk berpartisipasi dalam dua ajang Olimpiade, Olimpiade Tokyo 202, di mana dia berada di peringkat lima besar, dan Olimpiade Paris 2024.
(Red).
