Jakarta, Intra62.com – Siswa SMAN 1 Yogyakarta dilaporkan mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Pada Kamis (16/10) dini hari, sebagian besar dari mereka mengalami sakit perut.
Menurut Ngadiya, kepala SMAN 1 Yogyakarta, laporan pertama diterima dari salah seorang siswa yang menyatakan bahwa banyak siswa sekolah mengalami sakit perut pada Kamis dini hari.
Saat ditemui pada Kamis siang di SMAN 1 Yogyakarta di Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Ngadiya mengatakan, “Ada yang diare dua kali, tiga kali, tapi ada juga yang sakit perut saja. Sakit perut melilit.”
Dari 972 siswa SMAN 1 Yogyakarta yang dilakukan pengecekan internal pagi ini, 426 di antaranya menunjukkan gejala seperti itu. Mayoritas siswa yang menderita sakit perut masih pergi ke sekolah, dan hanya 33 saja yang absen.
Menurut Ngadiya, hipotesis sementara adalah bahwa ratusan siswa mengonsumsi MBG pada Rabu (15/10) siang. Selain itu, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Wirobrajan juga telah mengakui kemungkinan bahwa salah satu makanan dalam menu tersebut adalah penyebab dari insiden ini.

Di kesempatan ini Ketum AWDI Balham Wadja SH menegaskan ” Sungguh sangat prihatin kejadian keracunan akibat makan bergizi gratisĀ ( MBG ) yang marak di alami siswa sekolah”.
” Baiknya dana MBG langsung disalurkan dalam bentuk uang,” Ujar ketum AWDI.
Menurut Ngadiya, dugaan keracunan MBG baru terjadi sekali sejak program sekolahnya dimasukkan Agustus 2025. Siswa SMAN 1 Yogyakarta masih menerima program makan sehat gratis hingga hari ini.
Ngadiya menyatakan bahwa sekolah berjanji untuk meningkatkan pengawasan setelah peristiwa ini terjadi.
Ngadiya menyatakan, “Tadi pokoknya (SPPG) akan bertanggung jawab, yang akan pergi ke puskesmas dan sebagainya.”
Menurut Veda (17), siswa kelas XII SMAN 1 Yogyakarta, saus barbeque dapat menyebabkan keracunan. Di antara semua siswa di kelasnya, dia mengalami diare.
“Sebenarnya (menu ayam) tidak ada rasa aneh apapun, tetapi ketika saya pulang, saya langsung diare dan kebanyakan teman-teman saya juga diare.”
Veda mengatakan dia sudah tiga kali bolak-balik ke kamar kecil sampai siang ini. Pulang sekolah, dia berencana untuk berobat ke rumah sakit karena perutnya masih sakit.
Veda sendiri biasanya mengisi daftar untuk siswa yang tidak mengambil MBG. Pada awalnya, dia beberapa kali menyantap hidangan tersebut, tetapi akhirnya merasa menunya tidak menarik lagi, jadi dia lebih sering memilih untuk memasukkan namanya ke dalam daftar khusus tersebut.
Namun, karena dia lupa mengisi daftar pada Rabu kemarin, dia harus mengambilnya daripada membuang-buangnya.
“Hari ini udah trauma, nggak mau lagi,” katanya.
Saat dihubungi, SPPG Wirobrajan belum memberikan tanggapan. Pengelola dapur MBG yang bersangkutan menolak memberikan komentar saat kami tiba di lokasi.
( Red ).
