Jakarta, Intra62.com – Sebagaimana dilaporkan ABC News pada Rabu (15/10), dalam beberapa hari ke depan, akan ada pusat koordinasi yang akan berfungsi untuk memantau pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza.
Media itu menyebutkan, mengutip dua pejabat AS, bahwa seorang letnan jenderal AS yang identitasnya belum diumumkan akan bertanggung jawab atas pusat koordinasi yang berbasis di Israel dan dipimpin oleh AS.
Selain itu, disebutkan bahwa pusat koordinasi itu tidak akan ditempatkan di pangkalan militer Israel. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa perwakilan dari negara-negara lain yang terlibat dalam proses rekonstruksi Gaza akan dapat melihatnya.
Baca Juga : BPBD Sarmi Memeriksa Efek Gempa Magnitudo 6.6
Dokumen komprehensif mengenai gencatan senjata di Gaza telah ditandatangani pada Senin lalu oleh Presiden AS Donald Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Kesepakatan itu menetapkan bahwa gerakan perlawanan Palestina Hamas harus membebaskan 20 orang terakhir yang masih hidup dan ditahan sejak 7 Oktober 2023.
Sebagaimana dilaporkan oleh Kantor Media Tahanan Palestina, Israel telah membebaskan 1.718 tahanan Palestina di Gaza, serta 250 tahanan yang menjalani hukuman panjang.
Pada 29 September lalu, Trump mengumumkan rencana perdamaian di Jalur Gaza yang terdiri dari 20 poin. Dokumen tersebut meminta penghentian segera pertempuran dengan syarat semua sandera dibebaskan dalam waktu 72 jam setelah kesepakatan tercapai.
( Red ).
