Jakarta, Intra62.com – Perum Dharma Jaya memperkirakan harga daging sapi akan naik sekitar tujuh hingga lima belas persen sebelum Ramadhan dan Lebaran tahun 2026.
Dalam acara yang membahas kesiapan stok protein hewani untuk bulan Ramadhan di Jakarta, Kamis, Kepala Divisi Perencanaan Korporasi dan Transformasi Perumda Dharma Jaya, Afan Wahyu, menyatakan bahwa harga daging sapi paha belakang berkisar antara Rp143.000 dan Rp146.000.
Saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), harga daging sapi melonjak paling tinggi.
Namun, dia menjamin harga penjualan Dharma Jaya sekitar 2 hingga 30% lebih rendah daripada pesaingnya.
Dia menyatakan bahwa kenaikan harga makanan strategis, terutama di Jakarta, disebabkan oleh peningkatan konsumsi di rumah tangga, UMKM, dan acara keagamaan.
Permintaan daging sapi biasanya meningkat 58% menjelang Ramadhan dan Lebaran, dari H-30 hingga H+7 Lebaran.
Per 11 Februari 2026, Dharma Jaya memiliki 1.195 ton daging sapi dan 1.594 sapi hidup yang siap dipotong untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Afan mengatakan, “Infonya bulan ini akan masuk lagi 550 ekor (sapi). Kami juga melakukan buffer stok bulanan 300 ton. Untuk amannya, itu di angka yang cukup untuk tiga bulan ke depan.”
Karena Jakarta bukanlah daerah produsen, sebagian besar stok daging sapi di ibu kota berasal dari luar ibu kota melalui mekanisme kerja sama antardaerah, BUMD, BUMN, dan swasta.
Meskipun demikian, kebutuhan daging sapi di Jakarta dapat mencapai 73.100 ton per tahun, dengan konsumsi daging sapi per kapita berkisar antara 2,3-5 kg per tahun.
Baca Juga : Kenaikan Harga Daging Sapi di Jakarta Dikaitkan Dengan Mogok Pedagang.
Baca Juga : Mendag Menyatakan Kenaikan Harga Cabai Menjelang Natal Masih Dapat Bikontrol.
(RED).
