Yogyakarta , Intra62.com . Prahara Asrama Polisi Pathuk di Kota Yogyakarta . Asrama Polisi Pathuk ini telah dikenal sejak zaman penjajahan hingga era orde baru.
Sekarang, bahkan setelah pemilu 2024, nama tangsi kompleks dan rumah anggota kepolisian Pathuk semakin viral. Terutama karena di lokasi tersebut sedang dibangun gedung baru untuk asrama yang lebih canggih.
Komplek asrama Pathuk Yogyakarta menjadi viral karena ada ibu atau nenek Tukiman atau Senen yang sudah renta berusia 125 tahun. Yang hanya tergeletak menunggu untuk di evakuasi oleh tim Sar atau orang yang peduli dengan kemanusiaan.
Tim media ini mencoba melihat kamar di mana dia tinggal bersama dua putranya, tetapi ternyata tidak ada lampu listrik dan hanya ada dua lilin yang dinyalakan oleh kedua anaknya, Tri.
Baca juga :Founder COI Menggali Kebudayaan Lokal Yogyakarta di Kampung Pitu Gunung Kidul
Seperti yang di kutip kembali oleh mereka , 5/5/24 , Tri Harto dan Raharjo menjelaskan bahwa kompleks rumah mereka akan dirobohkan untuk proyek gedung baru.
Menurut mereka, saya dan simbok dan kakak tidak pernah mengetahui tentang program ini. Selain itu, pihak proyek telah memutuskan ujuk ujuk listrik dan mereka juga sering mendapatkan intimidasi dari oknum-oknum.
Tri Harto merasa ruangan dan orang tuanya pernah berjasa, jadi dia dan ibunya tidak mau pindah.
Kedua pria tersebut lebih sedih karena tidak memiliki rumah di luar kompleks ini. Mereka bingung mau pindah ke mana. Apalagi keduanya tidak memiliki penghasilan tetap dan diminta pindah dengan cepat, sangat tidak mungkin bahwa ibu atau simbok tua yang berusia 125 tahun tersebut dapat berjalan.
Kami hanya meminta keadilan dan rasa kemanusiaan karena si ibu juga pernah berbakti kepada bapak Tukiman, yang juga menjadi tentara dan terakhir menjadi polisi, hingga menempati tangsi Pathuk, yang sejak perang berpartisipasi dalam memerangi penjajah belanda, seperti yang diingat Raharjo. ( red )
