Jakarta, Intra62.com – Senin (13/10), kantor perdana menteri Inggris mengumumkan bahwa perdana menteri Keir Starmer siap berpartisipasi dalam proses pelucutan senjata Hamas dan mengirimkan pengamat gencatan senjata ke Jalur Gaza.
Kantor Starmer menyatakan setelah berbicara dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, “Perdana Menteri mengatakan bahwa Inggris siap memainkan peran kepemimpinan dalam proses pelucutan senjata Hamas, mendukung rekonstruksi Gaza, serta berpartisipasi dalam misi pemantauan gencatan senjata.”
Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada 9 Oktober bahwa Israel dan kelompok Hamas telah mencapai kesepakatan untuk menerapkan rencana perdamaian tahap pertama untuk menyelesaikan konflik di Jalur Gaza.
Baca Juga : Trump Menyambut Akhir Perang Di Gaza, Singgung Bantuan AS Kepada Israel.
Pada awalnya, Hamas membebaskan para sandera Israel, Israel menarik pasukan ke garis yang disepakati di Jalur Gaza, dan ratusan warga Palestina dibebaskan dari penjara, termasuk mereka yang dijatuhi hukuman seumur hidup atas tuduhan terorisme.
Rencana perdamaian yang diumumkan Trump pada 29 September terdiri dari 20 poin dan menuntut gencatan senjata tanpa syarat dan pembebasan para sandera dalam 72 jam.
Selain itu, dokumen tersebut menyarankan agar Hamas dan kelompok Palestina lainnya tidak terlibat dalam pemerintahan Gaza secara langsung maupun tidak langsung, dan otoritas teknokratis dibentuk di bawah pengawasan internasional yang dipimpin langsung oleh Trump.
Sebagai upaya untuk mencapai penyelesaian konflik di Jalur Gaza, Trump menandatangani “Deklarasi Trump untuk Perdamaian dan Kemakmuran Abadi” pada Senin bersama Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Emir Qatar Tamim bin Hamad Al-Thani.
( Red ).
