Jakarta, Intra62.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memungkinkan pemerintahan Jakarta penyelesaian proyek lebih awal hindari agar tidak menumpuk di akhir tahun.
Di Balai Kota, Rabu, Pramono menyatakan, “Saya telah mengizinkan jajaran Pemerintah DKI Jakarta, hal yang berkaitan dengan proyek yang dulu selalu tendernya di awal tahun, sekarang bahkan di pertengahan tahun sebelumnya, saya izinkan untuk dimulai.”
Salah satunya adalah rencana untuk mengendalikan rob dan banjir di Jakarta. Pramono menginstruksikan Ika Agustin, kepala SDA, untuk memulai proyek tersebut lebih awal.
Baca Juga : Akibat Pemotongan DBH, Pemprov DKI Menurunkan Anggaran Perjalanan Dinas.
Selama bulan Desember, biasanya dari tanggal 15 hingga 30 semua orang sibuk menghitung anggaran. Itu tidak menyenangkan saya. Pramono menyatakan, “Termasuk kepada Ibu Ika, saya sampaikan kami mempersilakan untuk dilakukan lebih awal karena saya yakin ini akan membuat penggunaannya APBD DKI Jakarta lebih terencana dengan baik.”
Pada Rabu pagi, Pramono menyaksikan penandatanganan kontrak dan pencanangan proyek Fase A Tahap 3 National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) dan JakTirta untuk pengendalian banjir dan rob senilai Rp2,62 triliun. dan berpendapat bahwa penandatanganan dan pencanangan kontrak tersebut merupakan awal yang baik, yang biasanya tidak dilakukan di akhir tahun, tetapi kali ini dilakukan oleh Dinas SDA.
Pramono menjelaskan, hal penyelesaian proyek lebih awal itu dilakukan agar penyerapan anggaran di Jakarta tinggi dan tidak menumpuk di akhir tahun.
(Red).
