• Sun. Apr 19th, 2026

Peduli Terjadinya Diskriminasi

ByIM

Jan 8, 2024
Peduli Terjadinya Diskriminasi

Jakarta, Intra62.com – Peduli terjadinya diskriminasi pemaparan konsep yang diutarakan anak remaja prihatin dan kepedulianya. Merupakan kesempatan dalam acara lomba pidato tentang diskriminasi akan dilaksanakan pada awal agenda 2024 siswa sekolah dikota Bogor. Ketika ditemui wartawan akan kesiapannya

“Saya ingin mencoba memberikan yang terbaik dalam menyampaikan in english very well. I’m an eight grader from SMP Negeri 3 Kota Bogor. In this moment i’ll bring a speech but before let us rejoice to almighty lord for all his blessings so we have a change to be here today, on this occasion let’s develop the theme,” ujar Joy aquila.

Mengatasi diskriminasi, diskriminasi marak terjadi seperti diketahui melalui berita media sosial di era digital saat ini. Khususnya dalam menyebarkan rasa kebenciaan, rasa penghinaan (bullying, hatespeech) saling mendiskriminasi seseorang maupun kelompok, dan golongan tertentu, hingga terseret pada hukum.

“Hal ini juga tidak luput bisa saja terjadi pada kita. Khususnya remaja siswa pelajar saat ini terpengaruh tanpa dibekali pemahaman penggunaan gadget dengan baik. Antara lain dibawah kontrol orang tua dan juga dapat didiskusikan terbuka pada wali kelas pendidik kita merupakan langkah konkret untuk menyikapinya,” tambahnya.

Baca Juga: Aksi Nekat Siwa SMP Membakar Sekolah di Temanggung, “Caper”
Foto Joy Aquila ditengah kegiatan sekolahnya. (Red/Intra62)

Tentunya ini akan menyangkut pelanggaran hukum, hal ini tidak perlu terjadi jika dapat memahami bagaimana cara bermasyarakat yang didasari arti saling menghormati. Budaya adat istiadat kita satu sama lain serta memiliki rasa sosial yang tinggi agar hal tersebut dapat terhindar.

Mengingat bahwa kita adalah suatu bangsa besar yang bermartabat dan memiliki warisan nilai luhur. Terdiri dari berbagai latar belakang kemajemukan, baik suku, ras dan antar golongan dalam suatu kebhinekaan. Jika ini dikedepankan dapat menjadi sesuatu yang indah dengan berbagai  budaya, agama, dan adat istiadatnya dalam suatu bentuk kesatuan dan persatuan bernegara, berbangsa yang utuh. Menghargai serta dapat menjunjung tinggi nilai nilai sebagai dasar sosial berinteraksi dan berkomunikasi  dalam bermasyarakat .

Berpegang ideologi Pancasila pada sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menjamin bahwa hak asasi manusia secara menyeluruh memiliki hak yang sama tanpa adanya diskriminasi. Negara menjamin kebebasan mengemukakan pendapat yang bersumber pada nilai Pancasila dan UUD 1945 pasal 28 A. Perlu dibangun melibatkan berbagai pihak baik pemerintah, pemuka dan peran serta masyarakat secara bersama untuk mensosialisasikan guna membangun komunikasi melalui pendidikan, agama, diskusi dan ceramah baik formal maupun informal.

Dengan demikian kita dapat meminimalkan terjadinya diskriminasi, semua dikarenakan minimnya ideologi dalam berbangsa, bernegara dan bertanah air satu. Sebagai komitmen kita agar dapat saling bergandengan. Bebas untuk hidup, bebas akan ketakutan dan bebas mengemukakan pendapat.

Sebagai dasar fundamental hak asasi manusia membangun adanya persamaan antara perbedaan pada interaksi sosial dalam kehidupan bermasyarakat guna mencerminkan keutuhan.

“Sehingga tercipta rasa aman, nyaman dan tenteram yang menjadi harapan kita bersama kedepan nantinya. Kalau bukan kita siapa lagi?, jika tidak sekarang kapan lagi?,” pungkas Joy. (red/intra62)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/