Jakarta, Intra62.com –
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan bahwa banyak upaya terus dilakukan untuk meningkatkan jumlah anak dengan kelainan jantung yang mendapatkan perawatan untuk kondisinya.
Wamenkes Dante menyatakan dalam konferensi pers yang diadakan Jumat di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Jakarta bahwa delapan dari 1.000 bayi di Indonesia mengalami kelainan jantung. Dari 50.000 kasus yang telah terdeteksi, baru 5.000 di antaranya yang telah diobati, dan sisanya menunggu perawatan.
Dante mengatakan, “Selain itu, antrean yang panjang karena kemampuan dokter yang masih kurang juga karena aspek pembiayaannya.”
Dia menjelaskan bahwa untuk kasus kelainan jantung pada anak di RSJPD Harapan Kita, biaya operasi rata-rata sekitar Rp100 juta, dengan sekitar 30 juta ditanggung oleh BPJS Kesehatan, dan sisanya disubsidi oleh rumah sakit.
Dia mengucapkan terima kasih kepada RSJPD Harapan Kita, yang membantu biaya operasi pasiennya yang membutuhkan bantuan.
Menurutnya, “Tapi kita akan terus melakukan secara regulasi supaya BPJS ini dapat memberikan dukungan yang lebih besar. Jadi memang harus dialokasikan untuk tindakan, untuk pembiayaan yang besar, yang katastropik yang memiliki pembiayaan tinggi, memang porsi rotinya dibagi-bagi.”
Selanjutnya, pemerintah Indonesia melalui Kemenkes RI bekerja sama dengan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSR) untuk memberikan perawatan medis kepada puluhan pasien kardiovaskular di RSJPD Harapan Kita, termasuk beberapa anak. Antara tanggal 2 dan 6 Februari 2026, bantuan diberikan kepada empat pasien intervensi non-bedah kardiovaskular dewasa, serta 31 pasien bedah kardiovaskular pediatrik dan penyakit jantung bawaan.
Selain memberikan layanan medis, tenaga medis RSJPD Harapan Kita juga diberi pengetahuan. Ini diharapkan dapat meningkatkan layanan kesehatan di ratusan rumah sakit yang diawasi oleh RSJPD Harapan Kita.
Baca Juga : Kemenkes Memperluas CKG Ke Komunitas Dan Kantor Agar Mencapai Target 2025.
Baca Juga : Status Olympian Nurul Akmal PPPK Paruh Waktu Direspons oleh Kemenpora.
(Red).
