Jakarta, Intra62.com – Menurut Kementerian Dalam Negeri Venezuela, Rabu (7/1), serangan militer AS ke Venezuela beberapa waktu lalu 100 orang.
Bacs Juga : PBB sebut Aksi AS di Venezuela berbahaya hingga Tawarkan bantuan Longsor di Indonesia
Menteri Dalam Negeri Venezuela Diosdado Cabello menyatakan bahwa serangan itu melukai Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.Pada hari Sabtu (3/1) dini hari, Maduro dan istrinya diculik dalam operasi militer besar-besaran AS di Venezuela. Mereka kemudian diterbangkan ke New York.
Baca Juga : Serang Dermaga Penyeludup Narkoba di Venezuela
Cabello memberikan penghormatan dalam sebuah program televisi pemerintah kepada Presiden Maduro dan istrinya, serta para korban operasi militer AS.
Baca Juga : Negara Eropa Talangi Biaya Operasional Pangkalan Militer AS
Baca Juga : Sekitar 200 Personel Militer AS Pantau Gencatan Senjata Gaza.
Selain itu, dia mengecam serangan militer AS di Amerika Selatan sebagai tindakan kejam dan mengerikan yang melukai banyak orang yang tidak bersalah.
Baca Juga : PBB sebut Aksi AS di Venezuela berbahaya hingga Tawarkan bantuan Longsor di Indonesia
Sebagai fakta yang tidak dapat disembunyikan, sang menteri menggambarkan serangan itu sebagai tindakan yang tidak manusiawi.
Baca Juga : KPK Memanggil Pegawai BPK RI Untuk Bersaksi Dalam Kasus DJKA Kemenhub.
Baca Juga : Ramon Bueno mengungkapkan alasan Persita Tangerang bergabung.
(Red).
Baca Juga : Tambang Emas Runtuh Di Venezuela, Empat Belas Orang Tewas.
