• Sun. May 24th, 2026

Sekitar 200 Personel Militer AS Pantau Gencatan Senjata Gaza.

ByBunga Lestari

Oct 10, 2025

Jakarta, Intra62.com – Sekitar 200 personel militer Amerika Serikat akan bergabung dengan pasukan multinasional yang akan memantau dan membantu pelaksanaan gencatan senjata di Jalur Gaza yang tengah dikepung.

Pada Kamis (9/10), seorang pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa tidak ada personel AS yang akan masuk ke wilayah Gaza, lokasi penempatan pasukan akan ditentukan pada Jumat.

Untuk menghindari konflik potensial dengan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), pejabat itu menyatakan bahwa pasukan AS akan ditugaskan untuk membangun “pusat kendali bersama” sebelum bergabung dengan pasukan dari negara lain. Selanjutnya, mereka akan ditugaskan untuk membangun struktur pasukan yang sesuai untuk melaksanakan misi yang ditetapkan.

Pejabat lain mengatakan Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Bradley Cooper, akan “mengawasi, memastikan tidak ada pelanggaran atau penyusupan. Semua pihak khawatir akan tindakan pihak lain.”

Menurut juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, pasukan AS yang terlibat dapat mencapai hingga 200 personel, yang telah ditempatkan di CENTCOM.

“Mereka akan bertugas memantau kesepakatan damai di Israel dan akan bekerja sama dengan pasukan internasional lainnya di lapangan,”

Salah satu pejabat mengatakan bahwa Amerika Serikat sedang berbicara dengan beberapa pemerintah tentang membangun apa yang disebut sebagai “Pasukan Stabilisasi Internasional”, yang akan beroperasi di sepanjang “garis kuning” untuk menggantikan pasukan Israel di Gaza.

Menurut rencana Presiden Trump, “garis kuning” mengacu pada wilayah yang diperkirakan akan menjadi bagian dari penarikan awal Israel.

Salah satu pejabat menyatakan, “Setelah itu akan ada diskusi dan kemudian kita akan melihat apakah benar-benar ada jalur yang nyata untuk, saya kira kita menggunakan istilah penonaktifan instalasi militer di Gaza dan senjata berat sebagai langkah awal untuk mewujudkannya.”

Presiden Trump mengumumkan pada Rabu bahwa Israel dan Hamas telah menyetujui tahap pertama rencana gencatan senjata 20 poin yang ia umumkan pada 29 September. Fase pertama mencakup penghentian konflik di Jalur Gaza, pembebasan seluruh sandera Israel dengan imbalan sekitar 2.000 tahanan Palestina, dan penarikan bertahap pasukan Israel dari seluruh Jalur Gaza.

Baca Juga : Usai Gencatan Senjata Hamas-Israel, Indonesia Siap Mendukung Rekonstruksi Gaza.

( Red ).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/