Jakarta, Intra62.com – Pada awal bulan ini, dilaporkan bahwa CIA melakukan serangan drone ke dermaga penyeludup narkoba di Venezuela. Pada hari Senin, 29 Desember, CNN melaporkan hal itu, mengutip berbagai sumber yang mengetahui operasi tersebut.
Laporan itu menyatakan bahwa serangan yang tidak diumumkan sebelumnya tersebut menyasar sebuah dermaga terpencil. Pemerintah Amerika Serikat percaya bahwa Tren de Aragua, sebuah kelompok penyeludup narkoba di Venezuela, menggunakan lokasi itu untuk menyimpan dan mengisi narkoba ke dalam kapal sebelum dikirim ke luar negeri.
Presiden Donald Trump mengklaim pekan lalu bahwa militer AS telah menghancurkan sebuah fasilitas penting di Venezuela, tetapi Trump tidak memberi tahu lokasi atau target spesifik serangan tersebut.
Selain itu, Trump mengambil tindakan tegas pada 17 Desember dengan menggambarkan pemerintah Venezuela sebagai “organisasi teroris asing”. Ia juga mengumumkan blokade penuh terhadap semua kapal tanker minyak yang terkena sanksi yang bepergian dari atau menuju Venezuela.
Trump menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan membiarkan “rezim bermusuhan mengambil minyak, tanah, atau aset lain” yang, menurutnya, harus “dikembalikan kepada Amerika Serikat.”
Amerika Serikat selama ini menyatakan bahwa kehadiran militernya di Karibia bertujuan untuk memerangi perdagangan narkoba. Sejak awal September, Trump bahkan telah mengizinkan serangan terhadap kapal-kapal di perairan Venezuela yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba.
Pada bulan November, Trump juga menyatakan bahwa masa kepemimpinan Presiden Venezuela Nicolas Maduro akan segera berakhir. Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak berniat berperang dengan negara tersebut.
(Red).
