• Sun. Jun 7th, 2026

Jakarta Membebaskan Pendidikan Siswa Sekolah Swasta.

ByMAS

Jun 7, 2026
sekolah swasta

Jakarta, Intra62.com – Puluhan ribu siswa gagal memperoleh bangku di sekolah negeri dan masuk sekolah swasta, bukan karena kalah bersaing dalam prestasi, melainkan karena daya tampung yang tersedia memang tidak memadai.

Daya tampung SMP negeri di Jakarta, misalnya, hanya sanggup menerima sekitar 47 persen dari total calon peserta didik. Artinya, lebih dari separuh anak yang berharap mendapatkan pendidikan gratis harus menerima kenyataan bahwa pintu sekolah negeri tertutup bagi mereka, dan pilihan yang tersisa adalah melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta dengan biaya yang harus ditanggung sendiri.

Tahun ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencoba menawarkan jalan keluar. Alih-alih membangun solusi baru yang membutuhkan waktu panjang, Pemprov menggandeng sekolah swasta dan menanggung seluruh biaya pendidikan para siswanya.

Baca Juga : Pram Menetapkan Bahwa Siswa Tidak Boleh Membayar Sekolah Swasta Gratis

ada tahun anggaran 2026, Pemprov DKI akan memberikan uang sebesar Rp253,6 miliar untuk membebaskan 103 sekolah swasta melalui Peraturan Gubernur Nomor 34 Tahun 2025. Semua jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB (Sekolah Luar Biasa), termasuk dalam program ini, dan tersebar di lima wilayah administratif kota. Dengan skema ini, diperkirakan 23.694 siswa akan menerima pendidikan gratis.

Sejak Pemprov DKI Jakarta mulai menggandeng SMA dan SMK swasta untuk menampung siswa yang tidak lolos seleksi sekolah negeri (PPDB) pada tahun 2023, benih telah ditanam. Sampai saat ini, cakupannya masih sangat terbatas. Jumlah sekolah yang terlibat meningkat menjadi 40 pada tahun ajaran 2025–2026. Setelah ditambah 63 sekolah lagi, program tersebut baru mencapai tingkat kebijakan sistemik pada 2026.

Dengan kata lain, program ini tidak dibuat secara instan. Kebijakan ini merupakan lanjutan dari rencana yang telah diuji, dievaluasi, dan terbukti efektif. Menurut Gubernur Pramono Anung, ini adalah upaya untuk memecahkan rantai ketidakberuntungan yang selama ini membelit keluarga kurang mampu. Meskipun ungkapan itu mungkin terdengar politis, itu memiliki dasar yang kuat.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/