• Fri. Apr 12th, 2024

    INTRA62.COM

    Berita Nusantara Milik Bersama

    Karyawan Honorer Menjadi Korban Penipuan

    ByNAS

    May 12, 2023
    Karyawan Honorer Menjadi Korban Penipuan

    Jakarta, Intra62.com – Karyawan Honorer menjadi korban penipuan di Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat dengan modus diiming-imingi pekerjaan freelance online. Uang senilai Rp28 juta hilang dibawa kabur kawanan penipu tersebut.

    Perkara penipuan ini pun langsung dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Laporan tercatat dengan nomor: LP/B/2564/V/2023/SPKT/POLDA METRO JAYA tanggal (11/5/2023).

    Baca Juga: Baru-baru Ini Beredar Berita Pesan Berantai Melalui Aplikasi Whatsapp

    Korban atas nama Adithya Oktaviano menerangkan, awalnya menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal menawarkan pekerjaan freelance online dengan upah lumayan tinggi. Karyawan honorer ini mengaku menerima pesan singkat itu pada Jumat, (5/5/2023) lalu.

    “Isi pesan tanggal 6 Mei 2023 mulai pendaftaran dan tanggal 7 Mei 2023 diminta menjalankan tugas,” kata dia kepada wartawan di Polda Metro Jaya.

    Adithya mengatakan tergiur dengan bayaran yang ditawarkan, hingga akhirnya bersedia mendaftar. Lalu Adithya diundang untuk bergabung ke dalam grup telegram. Ada sekitar 1.000 anggota di grup tersebut.

    Adithya menyebut, telegram menjadi sarana komunikasi mentor dengan pekerja freelance termasuk dirinya untuk mengetahui soal-soal yang harus ia kerjakan.

    Di sini, mentor hanya memintanya untuk follow akun Instagram. Dari situ, Adithya dijanjikan mendapat upah Rp20 ribu hingga Rp100 ribu.

    “Setiap satu jam dikasih tiga tugas. Di mana jam kerjanya mulai dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam,” ujar pegawai honorer Kelurahan Menteng¬†ini.

    Adithya menjelaskan, pada awal-awal bekerja mendapat bayaran sesuai dengan yang dijanjikan.

    Namun, di tengah melakukan pekerjaan. Mentor meminta untuk mengikuti investasi trading atau top up minimal Rp200 ribu sedangkan maksimal puluhan juta.

    Kata Adithya, mentor menjanjikan upah trading 20 persen sampai 30 persen dari uang yang diinvestasikan.

    Adithya mengaku termakan rayuan mentor lalu menanamkan modal sebesar Rp5,5 juta. Ia kemudian langsung diundang ke dalam sebuah grup khusus dengan 4 orang lain di dalamnya, termasuk mentor.

    Adithya mengungkapkan, sejak saat itu pekerjaanya bertambah karena selain harus mem-follow akun Instagram, ia juga diminta untuk berinvestasi di trading. “Ada jam tertentu trading jam 12 jam 3 jam 6 dan jam 9,” ucapnya.

    Karyawan Honorer Menjadi Korban, Diminta Investasi Oleh Penipu

    Adithya menuturkan, keuntungan-keuntungan tak lagi ia dapatkan. Dia malah disuruh untuk melakukan investasi kembali karena katanya ada kesalahan mengenai pekerjaan.

    “Disuruh investasi lagi sebanyak Rp15 juta,” terang dia.

    Adithya menyanggupinya. Tetapi, lagi-lagi tak ada keuntungan yang ia dapat. Saat itu, Aditya mencoba bertanya kepada anggota yang ada di dalam grup itu. Namun, tak pernah ada jawaban.

    “Saya pernah bertanya perkembangan dari pekerjaan ini. Namun mereka meyakinkan baik-baik saja. Saya juga pernah menanyakan ingin ngobrol dengan orang kantor. Tapi dia bicara saya masih sama bersama kakak,” jelasnya.

    Atas peristiwa itu, Adithya pun membuat pengaduan ke Polda Metro Jaya. Dalam laporannya serta melampirkan barang bukti berupa bukti hasil transferan, bukti percakan, dan lain-lain.

    “Bukti transaksi, kirim pesan dari chattingan kita follow IG serta janji-janji,” pungkasnya.

    Adithya melaporkan dengan Pasal 281 Junto pasal 45 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2000 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. (red/intra62)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *