Jakarta, Intra62.com – Hati-hati modus kejahatan di era digital saat ini, baik itu membayar tagihan, melakukan pembelian, atau mentransfer uang, semuanya bisa dilakukan melalui ponsel atau laptop dengan aman.
Namun maraknya berbagai dalam transaksi digital menjadi ketakutan tersendiri. Kejahatan terkait transaksi digital seringkali menggunakan teknik manipulasi sosial, dimana pelaku mencuri informasi rahasia nasabah melalui trik tertentu.
Baca Juga: Tips Mengecek Nomor NPWP Melalui Website
Biasanya, lebih mudah untuk memanipulasi seseorang agar mengungkapkan kata sandinya dengan membobol sistem untuk mendapatkan kata sandinya. Nah, agar terhindar dari kerugian, Anda perlu waspada dan memahami cara bertransaksi digital dengan aman.
Berikut 3 prinsip penting yang perlu diperhatikan dalam melakukan transaksi online.
Menjaga kerahasiaan data pribadi
Hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah menjaga kerahasiaan data pribadi. Hindari mengungkapkan data seperti user id, password dan kode OTP kepada siapapun.
Selain itu, berbagi data pribadi seperti nomor telepon, email, dan nomor ID di jejaring sosial juga memiliki risiko penyalahgunaan.
Pastikan untuk membuat password yang sulit ditebak, seperti data pribadi yang biasa digunakan, maka password yang mudah diingat seperti tanggal lahir atau nama.
Waspadai berbagai metode kejahatan transaksi digital
Kedua, selalu waspadai berbagai metode penipuan saat bertransaksi online. Gunakan perangkat pribadi Anda untuk melakukan transaksi digital dan pastikan untuk selalu logout setelah transaksi selesai. Saat berbelanja atau membayar tagihan, pastikan website dan aplikasinya resmi dan berlisensi.
Salah satu ciri website resmi dan berlisensi adalah hadirnya protokol HTTPS dan simbol “gembok” pada alamat website yang menandakan bahwa website tersebut aman untuk transaksi pembayaran.
Jangan mudah percaya penawaran harga dan jangan “mengklik” tautan yang mencurigakan, karena ini adalah metode “penipuan” kriminal online. Sektor jasa keuangan merupakan sektor yang paling sering diserang oleh penipu.
Oleh karena itu, selalu waspada terhadap individu atau organisasi/instansi yang meminta informasi kartu kredit atau data sensitif lainnya melalui telepon, email, media sosial, SMS atau cara lainnya.
Cari informasi di contact center resmi
Terakhir, jika ada kendala saat bertransaksi, hal pertama yang harus dilakukan adalah menghubungi contact center resmi penyelenggara. Nomor contact center resmi dapat diperoleh dari website resmi atau akun jejaring sosial penyelenggara. (red/intra62)
