Jakarta, Intra62.com – Sumber Budaya Indonesia masa depan merupakan suatu hal yang tidak bisa lepas dari pengembangan kehidupan masyarakat berorientasi seni budaya dan ekonomi.
Banyak yang timbul dari kehidupan sosial masyarakat yang bisa menjadi tolak ukur sumber manusia Indonesia ke depannya.
Indonesia kaya dengan beraneka ragam suku daerah yang memiliki kebiasaan yang unik berbeda daerah lain yang menjadikan kaya budaya menciptakan seni beragam indentitas daerahnya.
Baca juga : Lomba Seni Budaya 11 Negara peserta IICF 2nd di Ancol meriah , sekjend AWDI bilang begini ?
Bhineka Tunggal Ika menjadi pilar mempersatu bangsa walaupun berbeda suku, budaya, seni tetap Nusantara.
Terbukanya urbanisasi dan transmigrasi mencerminkan Indonesia negara yang merdeka bagi seluruh Rakyat Nusantara.
Menciptakan peleburan suku bangsa dan budaya menjadikan ke harmonisan terwujudnya saling asih, asuh sesama manusia ciptaanNYA.
Membentuk sanggar-sanggar seni budaya dari berbagai daerah di wilayah Indonesia yang harus wajib didukung masyarakat daerah, pemerintah.
Berkembangnya dunia politik dan kepentingan golongan banyak bermunculan Ormas ataupun LSM yang mengatasnamakan suku daerah dan agama yang tidak mencerminkan Ikrar Sumpah Pemuda yang memperkokoh persatuan bangsa.
Belum lama ini terselenggara Indonesia Internasional Culture Festival (IICF) 2nd yang prakarsa oleh Yayasan Color Budaya Indonesia(YCBI) bersama Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) Balham Wadja dan Vivi Sandra Putri merupakan bagian dari Putra Putri terbaik bangsa.
Kekayaan budaya yang didukung dengan alamnya harusnya dapat terciptanya manusia Indonesia menjadi Leadership of World Culture pemersatu Nusantara dan bangsa di dunia ini.
Memiliki kekuatan sumber budaya Indonesia yang beraneka ragam yang mampu untuk mempersatu bangsa dan dunia menjadi pilar yang dapat menciptakan perdamaian umat manusia. (Red).
Baca juga :DPP AWDI dan Yayasan Color of Indonesia buat MoU festival budaya dengan Korea
