Jakarta, Intra62.com – Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan eceran pada Oktober 2025 meningkat, seperti yang ditunjukkan oleh Indeks Penjualan Riil (IPR) yang diperkirakan meningkat dibandingkan September 2025.
Di Jakarta, Selasa, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, “Indeks Penjualan Riil (IPR) Oktober 2025 diprakirakan tumbuh sebesar 4,3 persen (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 3,7 persen (yoy).”
Peningkatan penjualan eceran terutama disebabkan oleh kenaikan penjualan barang budaya dan rekreasi (4,7 persen yoy), kelompok makanan, minuman, dan tembakau (6,4 persen yoy), dan perlengkapan rumah tangga lainnya (0,3 persen yoy).
Kinerja penjualan mayoritas kelompok dan peningkatan permintaan masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal mendorong penjualan eceran bulanan sebesar 0,6 persen pada Oktober 2025.
Dalam hal realisasi, IPR meningkat sebesar 3,7 persen secara tahunan (yoy) pada September 2025, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 3,5 persen (yoy).
Penjualan produk suku cadang dan aksesori meningkat 12,4 persen, produk makanan, minuman, dan tembakau meningkat 5,4 persen, dan produk budaya dan rekreasi meningkat 2,6 persen, masing-masing mendorong pertumbuhan tersebut.
Penurunan subkelompok sandang sebesar 19,2% mtm memengaruhi penjualan eceran bulanan sebesar 2,4% (mtm).
Tekanan inflasi diproyeksikan meningkat selama tiga dan enam bulan yang akan datang—Desember 2025 dan Maret 2026—sehubungan dengan harga.
Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Desember 2025 sebesar 157,2 dan Maret 2026 sebesar 172,5, lebih tinggi dari periode sebelumnya sebesar 134,6 dan 169,2.
Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan permintaan selama HBKN Natal 2025 dan HBKN Idul Fitri 1447 H.
Baca Juga : Bimbing Pemerintah Desa Kelola Keuangan Transparan.
(Red).
