Banyuwangi, Intra62.com – Lima tahun terakhir, Pemerintah Norwegia telah mendukung Banyuwangi dalam hal kerjasama pengelolaan sampah. Pemerintah Norwegia mengapresiasi komitmen Pemkab Banyuwangi, yang dinali cukup memumpuni menggerakan seluruh elemen dalam penanganan masalah persampahan.
Rut Kruge Giverin selaku Duta Besar Norwegia, mengaku bangga bisa ikut menjadi mitra Banyuwangi karena perkembangan program kerjasama pengolahan sampah berjalan dengan baik.
Kerjasama antara Norwegia dan Banyuwangi ini telah berjalan sekitar 5 tahun. Awalnya melalui Project Stop (Stop Ocean Plactics), pemerintah Norwegia bersama korporasi Borelis dari Austria mendukung NGO Systemiq Lestari Indonesia, melakukan pendampingan masyarakat Kecamatan Muncar dalam hal pengelolaan dan pengendalian sampah guna mencegah sampah masuk ke laut.
Kini lewat program Banyuwangi Hijau, program tersebut diperluas cakupannya ke kecamatan lain dengan membangun Tempat Pengelolaan Sampah Reduce Reuse Recyle (TPS 3R) di Desa Balak, Kecamatan Songgon.
TPS ini mempunyai kapasitas pengolah sampah hingga 84 ton per hari, atau diperkirakan mampu memproses sampah yang dihasilkan 250 ribu populasi atau sekitar 54 ribu sampah rumah tangga per harinya.
Saat ini pembangunan TPS 3R Balak telah mencapai 100 persen dan dijadwalkan akan diresmikan pada hari ini, Sabtu (16/9/2023).
TPS Balak ini dibangun diatas lahan seluas 1,5 hektar di Desa Balak, Kecamatan Songgon, yang nantinya akan menjangkai 33 desa di 6 kecamatan. Yaitu Songgon, Genteng, Kabat, Sempu, dan Singojuruh.
Baca juga:
- Kasad Resmikan Gedung Wargaming System Seskoad Guna Meningkatkan Profesionalisme
- Yayasan Color of Indonesia gandeng Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia dalam Harmoni Indonesia 2023
Selain Banyuwangi Hijau dan Project Stop, Pemerintah Norwegia juga mendukung penanganan sampah di Banyuwangi lewat program Clean Ocean throuh Clean Comunities CLOCC).
CLOCC adala program dari Avfall Norge (Asosiasi persampahan Norwegia) yang bekerjasama dengan Indonesia Solid Waste Assosiation (InSWA) untuk meyusun masterplan persampahan di Kabupaten Banyuwangi.
Dalam program ini terdapat 14 Desa yang ditunjuk sebagai pilot project. Diantaranya, Genteng Kulon, Genteng Wetan, Tamansari, Kebondalem, Glagah, dan Setail. Desa-desa ini mendapatkan pendampingan dalam hal pengelolaan sampah.
Bupati Ipuk mengucapkan rasa terima kasih atas kerjasama serta dukungan dari Pemerintah Norwegia terkait penanganan sampah di Banyuwangi.
Menurut Ipuk, penanganan persampahan ini sangatlah penting karena bisa berdampak kepada banyak sektor. (red)
