Jakarta, Intra62.com – Saat ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan bahwa pemerintah kota berusaha untuk mencegah kenaikan plastik yang disebabkan oleh penutupan Selat Hormuz di ibu kota.
Saat ditemui di Jakarta Utara, Selasa, Pramono menyatakan, “Kalau plastik, jujur terus terang Pemerintah DKI Jakarta sebisa mungkin menahan itu (kenaikan harga).”
Pramono menyatakan bahwa pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak mengawasi pengadaan plastik, yang biasanya dilakukan oleh pemerintah pusat.
Walau bagaimanapun, Pramono menekankan bahwa pemerintah Jakarta harus siap menghadapi kenaikan harga dalam keadaan saat ini.
Pramono menyatakan, “Dalam kondisi seperti ini, ya mau tidak mau, suka tidak suka kita semua harus bersama-sama menghadapi persoalan kenaikan ini.”
Namun, Pramono memastikan bahwa stok di Jakarta tetap aman dan tidak mengalami kenaikan harga, termasuk telur, beras, dan daging.
Untuk itu, ia meminta orang untuk tetap tenang dan tidak membeli sesuatu dengan panik.
Pramono menyatakan bahwa pihaknya akan segera menyediakan pasar murah bagi masyarakat jika terjadi kenaikan.
Pramono menyatakan bahwa pemerintah DKI Jakarta dapat dengan cepat melakukan pasar murah untuk beras, cabai, dan daging. Jika memang nanti kami melihat bahwa harganya sudah di luar kewajaran, kami pasti akan melakukan intervensi.
Baca Juga : Titik Sampah Sementara di TPU Tanah Kusir Ditutup Secara Permanen Oleh Dinas LH DKI.
Baca Juga : Pemprov DKI sedang menyusun peraturan yang mewajibkan pilah sampah dari rumah.
(Red).
