• Sun. Apr 19th, 2026

Rupiah melemah saat pelaku pasar menunggu data tenaga kerja AS.

ByBunga Lestari

Mar 6, 2026

Jakarta, Intra62.com –

Pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Jumat, nilai tukar rupiah melemah 18 poin, atau 0,11 persen, menjadi Rp16.923 per dolar AS. Ini adalah penurunan dari penutupan sebelumnya, yang tercatat pada Rp16.905 per dolar AS.

Rully Nova, analis dari Bank Woori Saudara, mengatakan sikap menunggu dan melihat pelaku pasar terhadap data tenaga kerja AS adalah penyebab pelemahan kurs rupiah.

Jumat, rupiah diperkirakan melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini di kisaran Rp16.880-Rp16.930 dipengaruhi oleh wait and see data tenaga kerja AS.

Data tenaga kerja non-farm payroll (NFP) diperkirakan bertambah 59 ribu dari 130 ribu sebelumnya.

Sentimen tambahan berasal dari kemungkinan perang sipil dengan Iran.

Disebutkan bahwa ancaman perang akan menyebabkan kenaikan harga minyak dan peningkatan, yang selanjutnya akan membatasi kemampuan pemerintah untuk menghasilkan uang, karena setiap perbedaan harga minyak sebesar 1 dolar AS akan menyebabkan kenaikan subsidi sebesar 10 triliun dolar.

Rully menyatakan bahwa kekhawatiran pelaku pasar semakin meningkat karena penurunan outlook rating oleh Fitch di dalam negeri. Namun, minat pelaku pasar terhadap obligasi pemerintah meningkat, terutama yang pendek dan menengah, sehingga menahan pelemahan rupiah lebih dalam lagi.

Baca Juga : Risiko pasokan di tengah konflik Asia Barat memengaruhi pelemahan rupiah.

Baca Juga : Jelang Akhir Pekan, IHSG Mungkin Terus Melemah.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/