Jakarta, Intra62.com – Setelah sempat menyentuh level tertingginya, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mungkin terus melemah pada Jumat.
Kelompok 45 saham terbaik, atau indeks LQ45, turun 8,52 poin atau 0,97 persen ke posisi 866,58. Di sisi lain, IHG dibuka melemah 97,47 poin atau 1,08 persen ke posisi 8.894,70.
Ratna berbicara dari luar negeri untuk menjelaskan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Eropa setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa dia tidak akan memberlakukan tarif terhadap Eropa dan mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan kerangka kerja tentang Greenland.
Trump hanya menyatakan bahwa negosiasi tambahan sedang dilakukan mengenai perisai pertahanan Golden Dome, tetapi PM Greenland menyatakan bahwa dia tidak mengetahui kerangka kerja tersebut.
Ratna menyatakan bahwa pelaku pasar akan memperhatikan pertemuan Komite Perdagangan Luar Biasa Federal (FOMC) bank sentral AS, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50-3,75 persen.
Pelaku pasar di kawasan Asia memperhatikan data inflasi Jepang bulan Desember 2025, yang diperkirakan melambat dari 2,9 persen (yoy) pada November 2025 ke level 2,7 persen tahunan (yoy).
Pelaku pasar di dalam negeri berharap M2 Money Supply, atau data uang beredar dalam arti luas, akan dirilis pada bulan Desember 2025.
Bursa Eropa ditutup dengan kenaikan kecil pada perdagangan Kamis (22/1/2026). Indeks Euro Stoxx 50 naik 1,22%, indeks FTSE 100 Inggris naik 0,12%, indeks DAX Jerman naik 0,20%, dan indeks CAC Prancis naik 0,98%.
Baca Juga : Uni Eropa Akan Gelar Rapat Darurat Setelah Trump Mengancam Tarif Greenland.
(Red).
