Jakarta , Intra62.com . Perjalanan KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Terganggu, Demo Ricuh di Gedung DPR. Demonstrasi di Gedung DPR/MPR RI tidak berhenti. Pada hari Senin, 25 Agustus, massa aksi telah terlibat dalam perkelahian dengan penegak hukum saat peninjauan di lokasi.
Itu juga terjadi di jalur kereta menuju Serpong. Karena KRL Tanah Abang-Rangkas Bitung tidak beroperasi, Adyaksa, seorang pegawai swasta, harus menunda perjalanannya ke Serpong.
Tidak bisa jalan nih, ramai anak STM mau demo,” kata Adyaksa di Stasiun Tanah Abang, Senin (25/8/2025).
Selain itu, Adyaksa menyelidiki situasi lalu lintas yang tidak bergerak di sekitar Stasiun Tanah Abang.Menurutnya, lalu lintas sangat padat. Dia menyaksikan banyak orang bergerak. Mereka mencoba menghalangi mobil pick-up untuk pergi ke Senayan. Adyaksa menandasi, “Ada yang cegat mobil pick up menuju Senayan.”
Ada informasi bahwa demonstrasi massa telah beralih ke area belakang Gerbang Pancasila Kompleks Parlemen Senayan. Masyarakat menjadi lebih ganas saat mereka menyerang penegak hukum dengan flare dan tongkat.
Meskipun tidak jelas dari mana mereka berasal, lemparan batu dan botol tidak dapat dihindari.
PT KAI Commuter, di sisi lain, meminta pelanggan yang pergi ke Stasiun Serpong, Parung Panjang, atau Rangkasbitung untuk memperhatikan kepadatan akibat demonstrasi di Gedung DPR/MPR RI.
Akun X @CommuterLine menulis, “Sehubungan dengan adanya aksi penyampaian pendapat di Gedung DPR/MPR (25/08/2025) untuk penumpang yang akan pergi ke Stasiun Serpong/Parung Panjang/Rangkasbitung untuk mengantisipasi kepadatan di sekitar jalan akses menuju Stasiun Palmerah”.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya, tetapi sebagai alternatif pengguna jasa Commuter Line kami imbau agar dapat menggunakan stasiun lain yang terdekat seperti Kebayoran atau Tanah Abang.”
Baca juga : Demo Massal, Minta Maaf dan Mengakui Banyak Kekurangan , Ini 5 pernyataan Bupati Pati
(Anisa-red)
