Jakarta , Intra62.com. Gubernur Jatim : Bantuan Sosial untuk Judol, Tidak boleh itu. Menurut gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, ada sekitar 9.000 penerima manfaat bantuan sosial (bansos) tambahan di provinsi itu untuk judi online (judol).
Menurut Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), sekitar 9.000 penerima manfaat di Provinsi Jawa Timur telah dikonfirmasi bahwa bansosnya dimaksudkan untuk judol, dengan total nilai Rp 53 miliar. Saat menyampaikan bansos dan zakat produktif kepada masyarakat ekonomi rentan di Pendopo Kabupaten Blitar, Selasa, dia menegaskan bahwa bansos tidak boleh digunakan untuk perjudian online. Sebaliknya, mereka harus dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Ia menyatakan bahwa jumlah bantuan sosial dan zakat produktif yang diberikan di Kabupaten Blitar mencapai Rp5,7 miliar.
Bantuan sosial seperti PKH Plus, Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), permakanan. Alat bantu disabilitas, KIP Eks PPKS Jawara, BLT buruh pabrik rokok, tali asih bagi pilar sosial, BUMDesa. Dan zakat produktif untuk pedagang ultra mikro.
Gubernur Khofifah menyatakan bahwa bansos dan zakat produktif terus didistribusikan. Dan dia berharap ini dapat menjadi penguatan sosial ekonomi masyarakat Blitar.
Ia menyatakan bahwa penyediaan bantuan sosial merupakan bentuk tanggung jawab publik dalam penyediaan bantuan, yang secara keseluruhan dikelola oleh Provinsi Jawa Timur.
Dia menegaskan bahwa salah satu bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap masyarakat adalah bantuan sosial. “Kami berharap bantuan ini tepat sasaran, tepat manfaat, serta memberikan dampak positif bagi penerima maupun keluarganya,” katanya.
Ia berharap bantuan sosial tersebut digunakan sesuai kebutuhan. “Tolong bansos yang diterima digunakan sebaik mungkin sesuai kebutuhan.” Dia mengatakan bahwa tidak boleh digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, terutama judi online.
Khofifah mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota dewan legislatif Kabupaten Blitar. Khususnya desil 1-2, yang merupakan pilar sosial yang paling dekat dengan masyarakat.
Karena itu, kata Khofifah, mulai 1 September BPS turun melakukan sensus yang sangat penting untuk mengumpulkan data tentang peringkat kesejahteraan dan kemiskinan.
Pertanyaan “BPS”
Dia menyatakan, “Saya meminta bupati dan wakil bupati, serta seluruhnya. Untuk memastikan jawaban atas pertanyaan sederhana dari BPS tentang makanan yang dikonsumsi minggu kemarin dan lauknya.”
Khofifah menekankan semangat kerja sama dalam menghadapi tantangan kesejahteraan sosial. Dan mempercepat penurunan angka kemiskinan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sebagai landasan untuk berbagi dan membantu sesama.
