Jakarta, intra62.com . Bahlil Lahadalia berbicara tentang “Raja Jawa” dalam pidato pertamanya. resmi ditunjuk sebagai ketua umum Partai Golkar baru, pengganti Airlangga Hartarto. Bahlil mengingatkan stafnya untuk menghindari bermain-main dengan “Raja Jawa” jika mereka tidak ingin celaka.Dalam munas XI Partai Golkar, atau musyawarah nasional, Bahlil membuat pernyataan itu.
Di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2024, Bahlil menyatakan, “Kita harus lebih paten lagi. Soalnya, Raja Jawa ini kalau kita main-main, celaka kita.”
“Saya mau kasih tahu saja, jangan coba-coba main-main dengan hal ini,” kata Bahlil kepada seluruh kadernya. Menurutnya, barang ini sangat enak.
Lebih lanjut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu enggan membeberkan siapa sosok yang dia maksud sebagai Raja Jawa.
“Sudah. Waduh ini. Sudah banyak, sudah lihat kan barang ini kan? Ya tidak perlu saya ungkapkan lah. Enggak perlu,” tuturnya.
Tak sampai di situ, Bahlil mengaku tak mempunyai kepentingan pribadi dalam kepemimpinannya di Golkar. Dia mengklaim hanya ingin membuat partai berlambang pohon beringin itu menjadi lebih baik.
“Saya enggak ada kepentingan pribadi apa-apa. Kepentingan saya adalah Golkar lebih baik dari sekarang,” ucapnya.
Baca juga : Rapimnas Golkar di gelar di JCC ,Bahlil Kandidat Ketum Terkuat ?
Rabu, 21 Agustus 2024, Bahlil Lahadalia resmi ditunjuk sebagai ketua umum Partai Golkar oleh Pimpinan Musyawarah Nasional (Munas) XI Partai Golkar. Bahlil adalah calon tunggal yang terpilih melalui proses penunjukan langsung atau aklamasi.
Selain posisinya sebagai ketua umum, Bahlil secara resmi ditunjuk sebagai formatur tunggal yang memiliki otoritas penuh untuk membentuk kepengurusan Partai Golkar.
Ace Hasan, Sekretaris Dewan Pimpinan Munas Partai Golkar, menyatakan pada Rabu, 21 Agustus 2024, di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, “Mengangkat dan mengesahkan Saudara Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar periode 2024-2029, sekaligus memberikan mandat kepada yang bersangkutan untuk menjadi formatur tunggal.”(redx)
