Jakarta, Intra62.com .Profil Nanik S Deyang : Sang Jurnalis ke Kepala BGN. Senin, 8 Juni 2026, Nanik Sudaryati Deyang resmi dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto. Naniek mengambil alih posisi Dadan Hindayana.
Apakah profil singkat Nanik Sudaryati Deyang, atau Nanik S Deyang? Sebelum menjabat di pemerintahan, Nanik dikenal memiliki pengalaman panjang di dunia jurnalistik.
Perempuan itu lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968, dan mulai bekerja sebagai wartawan di Tabloid Bangkit, yang merupakan bagian dari kelompok media Kompas Gramedia.
Ia kemudian menjabat sebagai pemimpin media di KMP. Dia dikenal memiliki kemampuan komunikasi publik yang kuat karena pengalamannya dalam bidang jurnalistik.
Nanik juga menjabat sebagai pemimpin umum, direktur utama, dan komisaris di berbagai perusahaan media selama kariernya.
Nanik dikenal karena hubungannya dengan Presiden Prabowo Subianto di dunia politik. Ia bergabung dengan tim pemenangan Prabowo-Sandi pada Pemilu Presiden 2019 . Dan ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Kemenangan Nasional Koalisi Adil Makmur.
Ketika Nanik aktif dalam lingkaran pendukung Prabowo, namanya menjadi lebih dikenal secara nasional. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno selama Pemilihan Presiden 2019.
Karier Terus Melesat
Setelah Prabowo menang dalam pemilihan presiden 2024, Nanik ditunjuk sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) dari tahun 2024 hingga 2029. Ia dilantik pada tahun 2024 dengan Keputusan Presiden Nomor 145/P, dan ia bekerja sama dengan Budiman Sudjatmiko.
Nanik bertanggung jawab atas program pemerintah untuk menekan angka kemiskinan nasional selama jabatannya. Karier pemerintahannya terus berkembang. Nanik ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) pada Juni 2025.
Dia diberhentikan dari jabatan Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan oleh Presiden Prabowo beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 17 September 2025, dan diangkat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.
Nanik bukan hanya seorang jurnalis yang terkenal, tetapi dia juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Dapur SPPG
Nanik memiliki pengalaman yang luas di bidang media, politik, dan pemerintahan. Sehingga menjadi salah satu figur yang dipercaya Prabowo untuk mengawasi program peningkatan gizi masyarakat Indonesia dan pembangunan sumber daya manusia.
Dalam konferensi pers refleksi satu tahun MBG, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang dan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Oktavianus. (Liputan6.com/Rizqi Tri Novitasari)
Nanik juga menemukan beberapa pelanggaran dalam beberapa sidak sebelumnya. Misalnya, dapur SPPG tidak memenuhi standar higienitas, tata letak dapur yang tidak sesuai dengan pedoman teknis. Dan fasilitas sanitasi yang dapat mengganggu keamanan pangan.
Nanik melakukan ini untuk menjaga kualitas program peningkatan gizi nasional dengan memiliki sumber daya manusia yang mampu bekerja sama dengan fasilitas yang memadai.
Nanik mengatakan pada Minggu 31 Mei 2026 bahwa 2.213 SPPG masih ditangguhkan untuk meningkatkan kualitas Program MBG.
Penangguhan dilakukan dengan mempertimbangkan masukan dari masyarakat, pejabat lokal, hasil inspeksi mendadak (sidak), dan pengawasan peristiwa penting yang dialami para penerima manfaat.
Dari total 27.208 SPPG yang saat ini beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 SPPG telah ditangguhkan sejak program MBG dimulai pada tanggal 6 Januari 2025 hingga tanggal 29 Mei 2026.
Baca juga : Minggu ini, Dapur MBG verifikasi 29.400 lolos hingga subsidi BBM tidak naik.
(Anisa-red)
