Bekasi, Intra62.com – Apabila kamu sedang singgah di Kota Bekasi, mungkin beberapa tempat bersejarah ini dapat menjadi pilihan wisata untuk melihat dan lebih banyak belajar tentang jejak di masa lalu.
Kota Bekasi mempunyai julukan sebagai Kota Patriot, kota yang berada di kawasan Jabodetabek itu banyak memiliki tempat-tempat yang menjadi saksi bisu akan peristiwa di masa lalu.
Berikut beberapa tempat Wisata bersejarah di Bekasi yang mungkin bisa menemani waktu senggangmu:
1. Monumen Perjuangan Rakyat

Monumen Perjuangan Rakyat ini berada di alun-alun Kota Bekasi, Jalan Veteran, Bekasi Selatan. Ali Anwar yang merupakan Sejarawan Bekasi mengatakan, Monumen ini merupakan simbol resolusi rakyat Bekasi dan kepatriotan para pejuang di masa lalu.
Pembangunan monumen pada 5 Juli 1955 ini merupakan simbol kepatriotan para pejuang dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan di Kota Bekasi.
Memiliki bentuk persegi lima serta terbuat dari batu bata, dan juga dikeliling dengan pepohonan yang sangat rindang. Monumen ini sangat cocok untuk menemani waktu santaimu.
Baca juga : Sejarah Singkat, Gedung Juang Bekasi
2. Monumen Kali Bekasi

Berlokasi di tepi Kali Bekasi atau di Jalan Ir H Juanda, monumen ini juga dikenal sebagai monumen Front Perjuangan Rakyat Bekasi.
Ali Anwar selaku Sejarawan mengatakan, Monumen Kali Bekasi menggambarkan perlawanan rakyat Bekasi melawan tentara Jepang. Pada 18 Oktober 1945, tempat ini menjadi saksi bisu pembantaian yang dilakukan oleh rakyat Bekasi kepada 90 tentara Jepang.
Adapun peristiwa itu terjadi dikarenakan rakyat bekasi selalu diperlakukan kejam oleh tentara Jepang. Hingga akhirnya saat Jepang dinyatakan kalah oelh sekutu setelah Perang Dunia II, rakyat Bekasi mencoba menangkap tentara Jepang yang hendak melintasi wilayah Bekasi.
Setelah peristiwa pembantaian tersebut, kali di Bekasi berubah warna menjadi merah, hingga akhirnya disebut sebagai kali merah.
3. Gedung Papak

Tempat bersejarah selanjutnya yang berada di Bekasi adalah Gedung Papak, yang sekarang berubah menjadi bangunan cagar budaya peninggalan zaman kolonial.
Berlokasi di Jalan Ir H Juanda No. 157, Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Diketahui, dulunya Gedung ini dimiliki oleh seorang pengusaha keturunan Tionghoa bernama Lee Guan Chin. Sebelum akhirnya diserahkannya secara sukarela menjadi salah satu markas perjuangan.
Lee dikenal memiki hubungan yang baik dengan gerakan rakyat yang dipimpin KH Noer Alie serta mempunyai loyalitas yang tinggi terhadap perjuangan rakyat di Bekasi.
