Jakara, Intra62.com – Menurut Walikota Jakarta Selatan M Anwar, menjaga anak adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah dan guru, tetapi juga keluarga dan masyarakat.
Dalam pembukaan Sosialisasi Pencegahan Tindakan Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Satuan Pendidikan Wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan, dia membuat pernyataan tersebut.
Dalam pernyataan yang diberikan di Jakarta, Jumat, Anwar menyatakan bahwa kasus pengaduan pelecehan anak di sekolah menjadi perhatian serius, terlebih sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara) yang memiliki kewajiban memberikan keteladanan bagi para siswa.
Dia memberikan penjelasan tentang beberapa kasus pelecehan yang baru-baru ini terjadi di antara para guru, yang seharusnya berfungsi sebagai instruktur dan contoh bagi masyarakat. Selain itu, peristiwa itu dinilai bertentangan dengan peraturan dan kebiasaan masyarakat.
Anwar Walikota Jakarta Selatan mengatakan bahwa akibatnya, siswa menjadi trauma, kehilangan keinginan untuk belajar, dan bahkan enggan pergi ke sekolah.
Oleh karena itu, dia berharap bahwa berbagai narasumber dalam sosialisasi tersebut dapat memberikan pemahaman yang luas tentang ketentuan hukum, sanksi, dan prosedur pencegahan yang terkait dengan pelecehan terhadap siswa.
Anwar menekankan, “Agar para guru dapat menjadi pelindung dan teladan bagi siswanya.”
Menurut M Nirwan Nawawi, Kepala Inspektur Pembantu Wilayah Kota Jakarta Selatan, sosialisasi tersebut diikuti oleh 250 peserta dari Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) dari sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA/K di Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan.
Dia sebelumnya menyatakan bahwa acara serupa juga diadakan pada Agustus 2025, dengan 250 orang dari Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan.
Nirwan menyatakan bahwa acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang luas kepada Satuan Pendidikan,
khususnya Tim TPPK, tentang ketentuan hukum, hukuman, dan tindakan pencegahan sehingga guru dapat menjadi pelindung dan teladan bagi siswanya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, aman, dan ramah anak.
Selama kegiatan sosialisasi, dia berharap tim TPPK dan tenaga pendidik dapat berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mencerdaskan.
(Red).
